MADINAH, RadarMadura.id – Jemaah haji yang tergabung Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Althof Bangkalan melaksanakan Mazarat di Masjid Nabawi, Minggu (14/6).
Mereka menapaktilasi perjuangan Baginda Nabi Muhammad SAW.
Masjid Nabawi menjadi tempat yang dikunjungi kali pertama oleh jemaah.
Lalu, para jemaah juga mengunjungi beberapa tempat, di antaranya Kubah Hijau.
Di bawah naungan kubah itulah, makam Rasulullah berada.
Dengan kepala tertunduk dan bibir yang tak henti bersalawat, para jemaah haji melantunkan menyampaikan salam langsung kepada kekasih Allah itu.
”Rasa haru tidak bisa dibendung ketika menyampaikan salam langsung di hadapan makam Rasulullah. Puncak dari segala rindu yang kami pupuk dari Madura,” ujar Ketua KBIHU Althof Bangkalan Imam Tahmidillah.
Setelah dari Kubah Hijau, jemaah haji berlanjut menuju pemakaman Baqi’.
Di tanah itu, bersemayam jasad para keluarga, istri, dan ribuan sahabat Nabi.
Jemaah KBIHU Althof melihat langsung situs sejarah sekaligus mendoakan para syuhada yang menjadi pilar awal tegaknya panji Islam.
”Setelah itu jemaah berlanjut mengunjungi Masjid Ghumamah, Masjid Abu Bakar, Masjid Ali, dan Masjid Umar,” sambungnya.
Jemaah haji kemudian bergeser ke Taman Saqifah Bani Saidah, di tempat itulah, Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq dibaiat menjadi pemimpin umat Islam pasca Rasulullah wafat.
Ziarah yang dilakukan para jemaah haji cukup menguras tenaga. Sebab, cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem.
Bahkan, tembus 47 derajat celsius. Sehingga setiap akvitas yang dilaksanakan memberikan tantangan tersendiri
”Yang ikut ziarah hari ini benar-benar jemaah yang kondisi fisiknya prima dan sehat. Sementara bagi jemaah yang kurang sehat kami arahkan tetap tinggal dan istirahat di hotel,” paparnya.
Petugas Pembimbing Ibadah Haji Sub 69 H Subaidi mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian ziarah berjalan dengan lancar.
Cuaca panas yang menyengat mempertebal rasa cinta jemaah berkunjung ke tempat-tempat yang pernah disinggahi Rasulullah.
”Mendatangi tempat yang pernah disinggahi Rasulullah akan memudahkan rasa cinta kita tumbuh,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti