SUMENEP – Osy-Put Resto & Cafe resmi menempati lokasi barunya di Perum BTN Arya Wiraraja, Jalan Arya Wiraraja, tepat di depan RSUD Sumekar, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kamis (12/2). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bangunan baru dua lantai dengan konsep lebih modern itu berada tak jauh dari lokasi lama. Meski berpindah tempat, semangat usaha yang dirintis sejak tiga tahun lalu tersebut tetap sama, yakni menghadirkan sajian olahan ikan laut yang khas dan berbeda di Kota Keris.
Dalam acara peresmian, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep turut hadir. Tampak pula perwakilan perbankan serta kalangan pengusaha. Kehadiran mereka menambah semarak momen pembukaan tempat baru milik pasangan suami istri asal Sapeken, Abdurrahman dan Aisyah itu.
Aisyah, owner Osy-Put Resto & Cafe, mengungkapkan, relokasi dilakukan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada pelanggan. “Sebenarnya usaha ini sudah lama dibuka. Sekarang kami pindah ke tempat baru yang lebih representatif, lokasinya juga masih dekat dari tempat lama,” ujarnya.
Nama Osy-Put sendiri diambil dari nama kedua anaknya, Osy dan Putri. Selama tiga tahun beroperasi, kafe tersebut cukup diminati masyarakat. Meski lokasi sebelumnya berada agak masuk ke dalam, pelanggan tetap setia datang.
Menu yang ditawarkan beragam. Namun, olahan ikan laut menjadi andalan. Salah satu favorit pelanggan adalah woku-woku, masakan khas Sulawesi dengan cita rasa rempah yang kuat. Untuk minuman, es Manado menjadi pilihan yang banyak diburu.
Aisyah menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sumenep dalam peresmian tersebut. Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi motivasi tersendiri bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang. “Alhamdulillah Bapak Bupati bisa hadir langsung. Ini kebanggaan bagi kami,” tuturnya.
Tak hanya berorientasi pada bisnis, Osy-Put Resto & Cafe juga membawa misi sosial. Saat ini terdapat sekitar 10 karyawan yang bekerja, mayoritas berasal dari wilayah kepulauan. Sebagian di antaranya merupakan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Mereka rata-rata masih kuliah. Kami berusaha menampung dan menyediakan tempat tinggal agar mereka bisa tetap bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan,” tegas Aisyah. (*/iqb)
Editor : Dafir.