RadarMadura.id — CES 2026 langsung dibuka dengan deretan terobosan perangkat keras yang menegaskan satu arah besar industri teknologi, yaitu AI lokal, desain ringkas, dan performa ekstrem yang tetap efisien daya.
Sejumlah raksasa teknologi memamerkan produk dan konsep yang tidak lagi sekadar futuristis, tetapi siap menjawab kebutuhan komputasi harian.
Dari keyboard yang berfungsi sebagai PC AI mandiri, chip laptop super irit untuk Windows 11 Copilot+, hingga router WiFi 8 pertama di dunia, pameran teknologi tahunan ini menjadi indikator kuat ke mana arah gadget konsumen dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Smartphone Flagship 2026 Siap Guncang Pasar, Dari Kamera 200 MP hingga Chipset 2nm Super Irit Daya
HP mencuri perhatian lewat EliteBoard G1a, sebuah keyboard yang sekaligus berperan sebagai PC AI penuh.
Perangkat ini memproses kecerdasan buatan secara lokal tanpa CPU terpisah, membuat meja kerja lebih ringkas dan rapi.
Menurut analisis kami, pendekatan ini sangat relevan bagi pekerja kreatif dan profesional yang membutuhkan AI cepat tanpa bergantung cloud. Tak heran jika desain minimalisnya diganjar Innovation Award di CES 2026.
Di sektor prosesor, Qualcomm resmi meluncurkan Snapdragon X2 Plus.
Platform ini dirancang khusus untuk laptop tipis dengan fokus efisiensi daya dan komputasi AI agresif.
Dilihat dari spesifikasinya, chip ini menjadi fondasi penting bagi ekosistem Windows 11 Copilot+ PC. Untuk pengguna mobile seperti pekerja lapangan, daya tahan baterai lebih lama jelas jadi nilai jual utama.
Teknologi jaringan juga melonjak jauh dengan kehadiran konsep router WiFi 8 pertama dari ASUS. Melalui ROG NeoCore, ASUS menunjukkan kesiapan menghadapi lonjakan perangkat pintar di rumah.
Kecepatan tinggi dan latensi rendah WiFi 8 berpotensi membuat streaming, gaming, dan smart home berjalan tanpa hambatan.
Langkah ini cukup berani mengingat standar WiFi 7 sendiri belum sepenuhnya merata.
Inovasi layar tak kalah mencolok ketika Lenovo dan TCL memamerkan laptop dengan layar gulung dan lipat.
Konsep ini memungkinkan layar melebar saat dibutuhkan lalu kembali ringkas saat dibawa. Bagi pekerja hybrid, fleksibilitas ini menjawab kebutuhan multitasking tanpa harus membawa monitor tambahan.
Sementara itu, MSI tampil ekstrem lewat GeForce RTX 5090 LIGHTNING Z berbasis arsitektur NVIDIA Blackwell.
Kartu grafis ini dibekali pendingin cair penuh dan layar 8 inci terintegrasi di bodinya. Menurut analisis kami, ini bukan sekadar GPU gaming, tetapi simbol arah performa kelas enthusiast.
Konsumsi daya tinggi dikompensasi stabilitas dan visual kelas atas.
Jika ditarik garis besar, CES 2026 memperlihatkan pergeseran besar menuju AI on-device dan desain adaptif.
Produsen tak lagi hanya mengejar performa mentah, tetapi juga efisiensi dan pengalaman pengguna. Inilah kombinasi yang akan menentukan pemenang pasar teknologi ke depan. (hasan)