Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ketika Solidaritas Gotong Royong Digital Bergerak Lebih Cepat dari Birokrasi untuk korban Bencana Sumatera

Abdul Basri • Rabu, 24 Desember 2025 | 02:18 WIB

10,3 Miliar dari Warga untuk Warga, Kisah Revolusi Kecil yang Mengubah Negeri yang Terdampak Bencana.
10,3 Miliar dari Warga untuk Warga, Kisah Revolusi Kecil yang Mengubah Negeri yang Terdampak Bencana.

RadarMadura.id — Penggalangan dana senilai Rp10,3 miliar dalam 24 jam untuk korban bencana di Sumatera menandai babak baru solidaritas publik di era digital.

Lebih dari 87.600 orang terlibat, sebagian besar tanpa saling mengenal, tetapi dipersatukan oleh tujuan yang sama.

Pemicu gerakan ini sederhana: sebuah video ajakan donasi yang diunggah oleh pembuat konten Ferry Irwandi.

Tanpa narasi emosional berlebihan, pesan tersebut justru mendapatkan legitimasi dari kejujurannya.

Dalam hitungan jam, ajakan itu berkembang menjadi siaran langsung penggalangan dana.

Dokumentasi proses tersebut dapat disimak melalui video berikut:
???? https://youtu.be/UE9ukDQsdZI

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana teknologi digital mengubah cara masyarakat merespons krisis.

Transparansi real time melalui siaran langsung menciptakan kepercayaan, sementara interaksi langsung memperkuat rasa keterlibatan publik.

 

Istilah “nakama” digunakan untuk menggambarkan ikatan solidaritas yang terbangun.

Penggunaan referensi budaya populer ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi, membuat isu kebencanaan terasa lebih dekat dan personal bagi generasi digital.

Dana yang terkumpul dialokasikan untuk kebutuhan dasar korban bencana, tetapi maknanya melampaui aspek material.

Solidaritas publik memberi dukungan psikologis yang penting bagi pemulihan korban.

Gerakan ini disebut sebagai revolusi kecil kebaikan—kecil dalam struktur, tetapi besar dalam dampak.

Ia menjadi cerminan bahwa kekuatan sosial dapat bergerak cepat ketika empati dan teknologi saling bertemu. ***

Editor : Abdul Basri
#Gotong Royong digital #sumatera #korban bencana