RadarMadura.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) mengumumkan perubahan besar dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Program yang selama ini dikenal sebagai PPG Prajabatan kini resmi berganti nama menjadi PPG Calon Guru.
Perubahan nomenklatur ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghadirkan generasi guru profesional yang lebih siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.
Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ferry Maulana Putra, menjelaskan bahwa PPG Calon Guru merupakan program yang ditujukan untuk melahirkan tenaga pendidik baru yang memiliki kompetensi tinggi dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan belajar siswa.
“PPG Calon Guru adalah program yang menghadirkan guru baru profesional. Selama kebutuhan guru masih ada di satuan pendidikan, maka program ini akan terus dilaksanakan,” ujar Ferry dalam acara Ngopi Bareng Bu Nunuk, dikutip dari unggahan Instagram resmi Dirjen GTK, Nunuk Suryani, pada Senin (28/7/2025).
Bocoran Jadwal Pendaftaran PPG Calon Guru 2025
Masyarakat kini mulai menantikan jadwal resmi pembukaan pendaftaran PPG Calon Guru 2025. Meski belum diumumkan secara pasti, Ferry mengungkapkan bahwa besar kemungkinan program ini tetap akan dibuka pada tahun 2025.
“InsyaAllah tetap ada. Kita lihat perkembangannya untuk dibuka tahun ini,” tutur Ferry.
Pendaftaran PPG Calon Guru nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan guru di berbagai bidang studi dan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Artinya, peluang pendaftaran akan tetap terbuka selama kebutuhan guru masih tinggi di lapangan.
Program Beasiswa dan Biaya Kuliah
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, PPG Prajabatan dilaksanakan dengan sistem beasiswa pendidikan penuh.
Setiap peserta memperoleh bantuan dana pendidikan sebesar Rp17 juta untuk menempuh perkuliahan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk.
Biaya kuliah per semester dalam panduan sebelumnya mencapai Rp8,5 juta, sehingga beasiswa yang diberikan sepenuhnya menanggung kebutuhan perkuliahan peserta.
Ferry menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan agar skema beasiswa tetap tersedia di PPG Calon Guru mendatang.
“Kami berupaya agar PPG Calon Guru tetap bisa dilaksanakan dengan beasiswa pendidikan, agar akses menjadi guru profesional dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Fokus pada Kualitas dan Pengalaman Belajar
Selain aspek administrasi, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya kualitas lulusan PPG.
Ferry mengingatkan bahwa calon peserta harus memiliki pengetahuan dan keterampilan mengajar yang sesuai dengan kebutuhan murid masa kini.
“Mereka dituntut untuk bisa memberikan pengalaman belajar yang mendalam, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi siswa,” jelasnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat mencetak guru-guru masa depan yang bukan hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menginspirasi dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Program PPG Lain Masih Dibuka
Sementara menunggu pembukaan PPG Calon Guru 2025, saat ini Kemendikdasmen masih membuka PPG Bagi Guru Tertentu, yang sebelumnya dikenal dengan sebutan PPG Dalam Jabatan.
Program ini diperuntukkan bagi guru aktif yang belum sempat menempuh pendidikan profesi.
Pendaftaran PPG Bagi Guru Tertentu masih berlangsung hingga 12 Agustus 2025 dan dapat diakses melalui laman resmi ppg.dikdasmen.go.id.
Setelah menyelesaikan PPG, para guru akan memperoleh sertifikat pendidik yang menjadi syarat penting untuk memperoleh tunjangan profesi dan peningkatan karier di bidang pendidikan.
Dengan perubahan nama dan arah kebijakan baru ini, PPG Calon Guru diharapkan menjadi tonggak baru dalam pembentukan tenaga pendidik profesional di Indonesia.
Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari Kemendikdasmen untuk mengetahui jadwal dan mekanisme pendaftaran yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Editor : Fadila An Naila