RadarMadura.id — Pemerintah kembali membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2026 dengan jumlah kebutuhan yang mencapai 400.000 formasi.
Rekrutmen besar-besaran ini digelar untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus menggantikan posisi aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun.
Formasi yang paling banyak dicari tetap didominasi sektor pendidikan.
Guru untuk jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi menjadi prioritas, sejalan dengan kebutuhan tenaga pengajar di berbagai daerah.
Selain itu, tenaga kesehatan juga mendapat porsi besar, meliputi dokter, bidan, perawat, apoteker, hingga tenaga medis lain yang berperan vital dalam pelayanan masyarakat.
Pemerintah juga membuka peluang besar bagi tenaga teknis, terutama di bidang teknologi informasi, analisis kebijakan, dan pelayanan publik.
Formasi ini dinilai penting untuk menjawab tantangan digitalisasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Menariknya, seleksi CPNS 2026 juga akan mengisi kembali sejumlah formasi yang masih kosong dari rekrutmen 2024.
Bahkan, kebutuhan pegawai untuk instansi baru yang dibentuk pemerintah akan langsung masuk daftar prioritas penerimaan.
Rekrutmen ini digelar serentak di instansi pusat hingga pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Pemerintah menargetkan keberadaan ASN baru dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 6 hingga 6,5 persen.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, seleksi CPNS 2026 akan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang menekankan kecepatan, ketelitian, serta penguasaan materi.
Sistem ini dipandang mampu menjaga transparansi sekaligus meningkatkan kualitas hasil seleksi.
Dengan rekrutmen yang digelar dua tahun sekali, antusiasme masyarakat untuk menjadi ASN diprediksi kembali melonjak.
Besarnya jumlah formasi serta luasnya bidang yang dibuka menjadikan CPNS 2026 sebagai salah satu momen yang paling ditunggu para pencari kerja di Indonesia. (hasan)
Editor : Hasan Bashri