Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Lucky Hakim Dorong Regenerasi Petani Lewat Pertanian Modern di Indramayu

Hendriyanto • Selasa, 30 September 2025 | 00:36 WIB
SWASEMBADA: Bupati Indramayu Lucky Hakim, Dirut PT BWI Robani Hendra Permana saat penyerahan bibit padi di Desa Wanasari, Bangodua, Indramayu, Sabtu (27/9).
SWASEMBADA: Bupati Indramayu Lucky Hakim, Dirut PT BWI Robani Hendra Permana saat penyerahan bibit padi di Desa Wanasari, Bangodua, Indramayu, Sabtu (27/9).

INDRAMAYU, RadarMadura.id - Indramayu terus memperkuat perannya sebagai penopang swasembada pangan nasional. Pada 2024, produksi padi di daerah ini mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) atau sekitar 1,49 juta ton gabah kering giling (GKG).

Capaian tersebut menempatkan Indramayu sebagai kabupaten penghasil padi terbesar di Indonesia. Namun, status sebagai lumbung pangan belum otomatis meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, rendahnya pendapatan petani masih dipengaruhi biaya produksi tinggi dan ketergantungan pada pupuk kimia seperti Urea. Untuk menjawab persoalan ini, ia menggagas transformasi sistem pertanian modern yang berpihak pada petani.

Lucky menyebut upaya tersebut melibatkan kolaborasi besar melalui pembentukan “super tim”. Tim ini terdiri dari pemerintah, praktisi pertanian, kelompok tani, dan para petani di lapangan.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui lahan uji coba di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua. Lahan seluas lima hektare yang dikelola PT Bumi Wiralodra Indramayu (PT BWI/Perseroda) dijadikan pusat pembaruan sistem pertanian.

Lucky meninjau langsung lokasi tersebut dan menyebutnya sebagai ruang belajar sekaligus laboratorium hidup. “Pemda akan berupaya melatih petani muda untuk menanam secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Program ini sengaja menyasar generasi muda agar mereka tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di lahan pertanian modern.

Salah satu tujuan utama demplot (demonstration plot) itu ialah menekan biaya produksi. Hasil uji coba menunjukkan penggunaan pupuk lebih hemat hingga 50 persen, sementara produktivitas padi meningkat 10 hingga 20 persen.

Menurut Lucky, transformasi sistem pertanian bukan hanya soal efisiensi dan panen melimpah. Program ini juga menjadi strategi regenerasi petani agar sektor pertanian tetap berkelanjutan.

Ia menilai banyak anak muda dari keluarga petani enggan melanjutkan jejak orang tuanya. “Pemikiran itu ingin kami ubah dengan mengajak mereka terjun ke pertanian yang lebih modern,” katanya.

Selain soal produksi, Lucky menekankan pentingnya solusi pemasaran. Pemerintah daerah mendorong BUMD lebih aktif menyerap gabah dari petani sekaligus mengolah hasil pascapanen seperti sekam dan jerami.

Dirut PT BWI Robani Hendra Permana menjelaskan uji coba pertanian dimulai dari pengecekan 100 titik lahan. Setelah itu, dibuat demplot di setiap kecamatan dengan target peningkatan hasil panen.

Dari rata-rata enam ton per hektare, produksi diharapkan naik menjadi sembilan ton per hektare. “Tidak hanya gabah, seluruh hasil pertanian akan diolah BUMD supaya nilainya bertambah,” kata Robani.

Perwakilan tim percepatan pembangunan Jony Eko Saputro menambahkan, metode yang digunakan sebenarnya sederhana. Kuncinya mengembalikan kesuburan tanah dengan pupuk organik dan pemantauan ketat di lapangan.

Hasil uji coba di Desa Wanasari mulai membuktikan keberhasilan. “Anakan batang padi biasanya hanya 20–25, sekarang bisa mencapai 40 anakan,” jelas Jony. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#panen padi #indramayu #Pertanian Modern #lucky hakim