RadarMadura.id — Ratusan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) kini bisa bernapas lega. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali cair pada September 2025 dengan nominal Rp600 ribu.
Dana ini ditransfer langsung ke rekening penerima yang terdaftar di bank Himbara, sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan harian.
Pencairan September ini masuk dalam tahap ketiga tahun 2025, setelah penyaluran pada Januari–Maret dan April–Juni.
Bagi masyarakat yang merasa berhak, ada baiknya segera melakukan pengecekan agar tidak ketinggalan kesempatan menerima bantuan.
Cara Praktis Cek Penerima BPNT Pakai KTP
Tidak perlu repot ke kantor desa, cukup siapkan KTP dan lakukan pengecekan online. Berikut langkah mudahnya:
-
Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id
-
Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai alamat KTP
-
Masukkan nama lengkap penerima
-
Ketik kode captcha yang tersedia
-
Klik tombol pencarian dan tunggu sistem menampilkan data
Hanya dalam hitungan detik, masyarakat bisa mengetahui apakah namanya terdaftar sebagai penerima bansos BPNT September 2025.
Siapa Saja yang Bisa Dapat BPNT?
Bansos ini ditujukan untuk masyarakat miskin dan rentan sesuai data Kemensos. Namun ada syarat khusus yang wajib dipenuhi, yaitu:
-
Warga Negara Indonesia dengan e-KTP
-
Terdaftar di DTKS Kemensos
-
Tidak berstatus ASN, TNI, Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD
-
Tidak sedang menerima bansos lain seperti Kartu Prakerja, BLT UMKM, atau subsidi gaji
Ciri KTP yang Layak Terima Bansos
Beberapa tanda data penerima yang valid antara lain:
-
Masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
-
Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) aktif
-
Nama dan NIK sesuai database Kemensos
-
Tercatat sebagai KPM BPNT tahap 3 September 2025
-
Rekening terdaftar di bank Himbara (BRI, BNI, BTN, atau Mandiri)
Jadwal Lengkap Pencairan 2025
-
Januari–Maret (Tahap 1)
-
April–Juni (Tahap 2)
-
Juli–September (Tahap 3)
-
Oktober–Desember (Tahap 4)
Pemerintah berharap pencairan Rp600 ribu ini mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok, terutama di tengah kenaikan harga yang tidak menentu (hasan) .
Editor : Fadila An Naila