RadarMadura.id — Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 akan segera dimulai.
Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang membuka penerimaan CPNS dengan pola baru berbasis kebutuhan instansi.
Langkah ini menandai perubahan penting dalam mekanisme rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).
Jika sebelumnya seleksi dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, mulai tahun 2025 pemerintah mengadopsi sistem penjadwalan sesuai kebutuhan tiap instansi.
Skema ini diharapkan lebih efisien dan dapat menekan beban anggaran negara, sekaligus memberi ruang afirmasi bagi masyarakat adat.
217 Formasi dengan Kuota Afirmasi Papua
Untuk tahap awal di Mimika, pemerintah menyiapkan 217 formasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen formasi diprioritaskan bagi putra-putri asli Suku Amungme dan Kamoro yang merupakan suku besar di wilayah Mimika.
Sementara itu, 20 persen sisanya terbuka bagi generasi muda yang lahir dan besar di Mimika, termasuk dari suku Papua lainnya.
Kebijakan afirmasi ini dipandang sebagai upaya nyata untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam birokrasi.
Tidak hanya membuka peluang kerja, penerimaan CPNS di Mimika juga diharapkan melahirkan birokrat muda Papua yang memahami kearifan lokal serta mampu menyuarakan kepentingan daerah secara langsung.
Antisipasi Kendala Ujian CAT
Salah satu tantangan utama dalam seleksi CPNS di Papua adalah keterbatasan pengalaman peserta dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Banyak calon pelamar, terutama dari wilayah pedalaman, belum terbiasa menggunakan perangkat komputer sehingga berpotensi menghadapi kesulitan teknis saat ujian.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan simulasi CAT khusus.
Program latihan ini akan digelar pada akhir Oktober 2025 agar peserta dapat beradaptasi lebih awal.
Dengan cara ini, diharapkan tingkat keberhasilan peserta asal Mimika meningkat dan kesenjangan akses teknologi dapat ditekan.
Momentum Pemberdayaan Masyarakat Adat
Lebih dari sekadar proses rekrutmen, seleksi CPNS 2025 di Mimika dipandang sebagai momentum strategis untuk memberdayakan masyarakat adat.
Dengan membuka akses lebih luas bagi generasi muda Papua, pemerintah daerah ingin menciptakan kesetaraan dalam kesempatan kerja dan memperkuat partisipasi lokal dalam pembangunan.
Bagi anak-anak muda Mimika, peluang ini sering disebut sebagai “kuota emas” yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Selain memberi jalan untuk berkarier di pemerintahan, kesempatan ini juga menjadi pintu bagi kontribusi nyata dalam memajukan daerah.
Ke depan, sistem penerimaan CPNS berbasis kebutuhan instansi akan diperluas ke daerah lain sesuai formasi masing-masing.
Namun, langkah perdana yang diambil di Mimika menjadi simbol penting bahwa pemerataan kesempatan dan afirmasi bagi masyarakat adat kini semakin mendapat perhatian dalam kebijakan nasional. (hasan)
Editor : Hasan Bashri