RadarMadura.id— Minat masyarakat untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu tinggi setiap kali rekrutmen dibuka.
Sayangnya, antusiasme ini kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab dengan modus penipuan berkedok panitia penerimaan.
Padahal, proses pendaftaran TNI sebenarnya mudah, transparan, dan sepenuhnya gratis tanpa biaya apa pun.
Untuk itu, calon prajurit perlu memahami jalur resmi pendaftaran sekaligus mengenali tanda-tanda penipuan agar tidak terjebak.
Pendaftaran Resmi Hanya di Website TNI
Seluruh proses registrasi dilakukan online lewat portal resmi tiap matra:
- TNI AD: rekrutmen-tni.mil.id atau ad.rekrutmen-tni.mil.id
- TNI AL: al.rekrutmen-tni.mil.id
- TNI AU: au.rekrutmen-tni.mil.id
Jenis penerimaan yang dibuka meliputi Taruna Akademi, Bintara, dan Tamtama. Setelah daftar online, calon wajib verifikasi dokumen di lokasi resmi, misalnya Ajendam/Ajenrem (AD), Lantamal/Lanal (AL), atau Lanud (AU).
Persyaratan Umum yang Wajib Dipenuhi
Meski tiap jalur punya ketentuan spesifik, ada beberapa syarat pokok yang berlaku:
- Warga Negara Indonesia, usia sesuai ketentuan (contoh: 17 tahun 9 bulan – 22 tahun untuk Taruna/i Akmil).
- Lulusan SMA/MA/SMK atau sederajat dengan nilai minimal tertentu.
- Sehat jasmani dan rohani, bebas buta warna, tidak berkacamata, serta tidak mengidap penyakit kronis.
- Tinggi badan minimal 163 cm (pria) dan 157 cm (wanita).
- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.
- Tidak bertato atau bertindik (kecuali karena adat/agama).
- Memiliki SKCK dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Tahapan Seleksi yang Ketat
Seleksi calon prajurit berlangsung komprehensif untuk menjaring kandidat terbaik. Rangkaian tes mencakup:
-
Administrasi – verifikasi dokumen pendaftaran.
-
Kesehatan – pemeriksaan fisik, mata, gigi, dan laboratorium.
-
Jasmani – uji fisik lari, pull up, sit up, push up, shuttle run, hingga renang.
-
Psikologi – menilai mental, emosi, dan potensi kepemimpinan.
-
Akademik – tes mata pelajaran umum, termasuk Matematika dan Bahasa Indonesia.
-
Postur – memastikan kesesuaian tubuh dengan standar militer.
-
Pantukhir – sidang akhir untuk menentukan kelulusan.
Waspada Penipuan Berkedok Calo
Ingat, semua tahapan rekrutmen TNI gratis. Jika ada pihak yang meminta uang atau menjanjikan kelulusan dengan imbalan, itu murni modus penipuan. Hindari calo dan jangan percaya pada tawaran jalan pintas.
Langkah aman yang bisa dilakukan calon prajurit:
- Daftar hanya melalui situs resmi TNI.
- Pastikan verifikasi dokumen dilakukan di lokasi resmi.
- Abaikan tawaran pihak ketiga yang menjanjikan kelulusan instan.
- Segera laporkan jika menemukan penipuan kepada panitia atau aparat berwenang.
Kesempatan menjadi prajurit TNI terbuka lebar bagi putra-putri terbaik bangsa. Persiapan fisik, mental, dan akademik yang matang akan sangat menentukan hasil seleksi.
Dengan mengikuti jalur resmi, peluang lolos ditentukan murni oleh kemampuan pribadi, bukan uang atau koneksi. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila