RadarMadura.id— Isu mengenai kemungkinan pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 kembali mencuat.
Hingga pertengahan September, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan belum ada instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan rekrutmen.
Meski demikian, peluang dibukanya lowongan CPNS pada akhir tahun tetap terbuka. Situasi serupa pernah terjadi pada seleksi 2024, di mana tahap kedua baru diumumkan pada Agustus dan prosesnya berlangsung hingga awal 2025.
Hal ini membuat masyarakat masih menaruh harapan adanya kejutan serupa menjelang penutupan tahun.
Fokus Pemerintah pada PPPK
Untuk tahun 2025, pemerintah lebih menitikberatkan pada pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebanyak 1,3 juta formasi paruh waktu dipersiapkan, menjadikannya salah satu rekrutmen ASN terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Evaluasi kebutuhan ASN terus dilakukan, terutama setelah proses pengangkatan dan penataan tenaga honorer yang ditargetkan rampung tahun ini. Dengan jumlah pensiun ASN yang mencapai lebih dari 100 ribu orang setiap tahun, kebutuhan tenaga baru dinilai tidak bisa dihindari.
Belum Ada Instruksi Presiden
Menteri PANRB Rini Widyantini juga menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum mendapat arahan dari Presiden mengenai pembukaan seleksi CPNS 2025.
Fokus kementerian saat ini masih pada penyelesaian proses pengangkatan PPPK 2024 yang jumlahnya sangat besar akibat kebijakan penghapusan tenaga honorer.
Adapun rencana seleksi CPNS 2026 pun belum bisa dipastikan. Perhitungan kebutuhan pegawai pemerintah tetap dilakukan, namun semua bergantung pada kebijakan Presiden dan kesiapan anggaran di tiap kementerian serta pemerintah daerah.
Baca Juga: Fakta Terbaru Seleksi CPNS 2025, Benarkah Dibuka September Ini? PANRB Buka Suara
Instansi Mulai Ajukan Formasi Baru
Sejumlah instansi pusat dan daerah sudah mengajukan penambahan pegawai baru untuk tahun-tahun mendatang. Namun ada pula lembaga yang belum bisa menyampaikan kebutuhan karena keterbatasan anggaran.
Situasi ini membuat keputusan pembukaan seleksi CPNS tidak bisa hanya bergantung pada kebutuhan tenaga kerja, melainkan juga kesiapan keuangan negara.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu bersabar menunggu arahan resmi dari Presiden. Jika mengacu pada pola tahun sebelumnya, peluang dibukanya seleksi CPNS secara mendadak pada akhir 2025 masih mungkin terjadi. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila