RadarMadura.id — Banyak honorer yang akhirnya bisa bernapas lega setelah dinyatakan lolos seleksi PPPK Paruh Waktu 2025.
Namun, perjuangan mereka belum selesai.
Peserta dengan kode R2 dan R3 kini harus melangkah ke tahap penting berikutnya, yakni pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) melalui portal SSCASN.
Siapa Sebenarnya Peserta R2 dan R3?
Bagi yang belum tahu, kode R2 dan R3 bukan sekadar angka. Keduanya adalah tanda identitas peserta dalam seleksi PPPK.
R2 adalah tenaga honorer eks Kategori II (THK-II) yang sudah lolos pemberkasan.
R3 adalah tenaga honorer yang masih tercatat di database Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 2022.
Mereka termasuk dalam kelompok honorer yang kini punya peluang nyata diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu 2025.
Baca Juga: Kabar Baik! Honorer R3T Kini Bisa Isi DRH PPPK Paruh Waktu 2025, Catat Jadwal dan Syaratnya
Jadwal Resmi Pengisian DRH PPPK Paruh Waktu 2025
Sempat mengalami perubahan, kini pemerintah memastikan bahwa jadwal pengisian DRH PPPK Paruh Waktu 2025 dimulai pada 28 Agustus sampai 15 September 2025.
Perubahan ini disampaikan lewat Surat Menpan-RB Nomor B/4014/M.SM.01.00/2025.
Tahap berikutnya, yakni penetapan Nomor Induk PPPK (NI PPPK), akan berlangsung pada 28 Agustus hingga 20 September 2025.
Seluruh proses dilakukan secara online, sehingga peserta hanya perlu mengakses portal resmi SSCASN.
Baca Juga: RESMI! PPPK Paruh Waktu 2025 Resmi Dibuka, Benarkah Bisa Tetap Kerja Sambilan?
Cara Mengisi DRH PPPK Paruh Waktu 2025
Agar tidak salah langkah, berikut panduan resmi yang bisa diikuti peserta:
1. Login ke portal SSCASN dengan akun yang sudah terdaftar.
2. Klik menu Pengisian DRH.
3. Lengkapi data pribadi mulai dari nama lengkap, NIK, alamat KTP, hingga email aktif.
4. Tambahkan riwayat pendidikan dari SD hingga pendidikan terakhir.
5. Isi riwayat pekerjaan sebelumnya (jika ada).
6. Unggah dokumen wajib, antara lain: KTP, KK, ijazah, transkrip nilai, pas foto, surat bebas narkoba, SKCK, serta dokumen tambahan sesuai ketentuan instansi.
7. Periksa kembali semua data lalu klik Simpan dan Finalisasi.
8. Unduh bukti pengisian DRH sebagai arsip pribadi.
Kenapa DRH Penting?
DRH bukan sekadar formalitas. Dokumen ini menjadi pintu masuk peserta untuk ditetapkan sebagai PPPK Paruh Waktu resmi.
Jika ada kesalahan pengisian atau keterlambatan, peluang untuk melangkah ke tahap berikutnya bisa terhambat.
Karena itu, peserta R2 dan R3 harus benar-benar teliti dalam melengkapi data sebelum finalisasi.
Apa yang Perlu Diantisipasi Peserta?
Banyak honorer menganggap lolos seleksi adalah akhir perjalanan, padahal pengisian DRH justru menjadi penentu.
Dengan sistem digital SSCASN, peserta disarankan untuk:
- Menyiapkan dokumen dalam format dan ukuran yang sesuai.
- Menggunakan jaringan internet yang stabil.
- Menyelesaikan pengisian lebih awal agar tidak terburu-buru mendekati batas waktu. (hasan)
Editor : Hasan Bashri