BOJONEGORO, RadarMadura.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara punya peran vital sebagai penopang energi nasional.
Dari wilayah ini, energi terus mengalir memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Industri hulu migas memegang peran sangat strategis di Indonesia.
Keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada teknologi dan cadangan saja, melainkan juga pada harmonisnya sinergi antara berbagai pihak. Misalnya, pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, aparat penegak hukum, hingga dukungan pelaku usaha lokal.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor ini.
Baca Juga: Klaim Transformasi BP Haji Tak Ganggu Pelayanan Haji dan Umrah
”Kami menyadari bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak bisa dicapai sendirian. Di Jabanusa, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, antara KKKS dan masyarakat, serta antara SKK Migas dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama," tegasnya.
Anggono menambahkan, berbagai forum telah dilaksanakan oleh SKK Migas Perwakilan Jabanusa untuk mencapai tujuan tersebut. Kolaborasi efektif terbukti telah tercipta sebagai hasil nyata dari forum-forum ini.
Menurutnya, kegiatan hulu migas di wilayah Jabanusa tidak selalu menjadi sorotan utama pemberitaan nasional. Tapi, kawasan ini memainkan peran penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi dalam negeri serta membuka ruang kolaborasi luas di antara para pemangku kepentingan.
”Dengan dukungan teknologi, kebijakan yang berpihak, kapasitas lokal yang berdaya, serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan industri, SKK Migas bersama KKKS di Jabanusa terus membuktikan bahwa energi bukan sekadar komoditas, tapi kekuatan pemersatu dan penggerak pembangunan," tukasnya. (*/bil)
Editor : Hendriyanto