RadarMadura.id - Gelombang aksi unjuk rasa kembali mengarah ke Gedung DPR RI, Jumat (29/8) siang. Massa dari berbagai elemen, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum, mulai berkumpul di depan gerbang utama kompleks parlemen untuk menyuarakan aspirasi.
Sekitar pukul 15.00 WIB, iring-iringan mahasiswa terlihat bergerak menuju lokasi. Sejumlah warga tanpa atribut organisasi juga turut serta, memadati area di depan pagar DPR.
Meski jumlah peserta belum sebesar aksi sehari sebelumnya, arus kedatangan massa terus meningkat.
Para demonstran menyampaikan desakan agar DPR RI tidak bersikap arogan terhadap suara rakyat.
Mereka juga menuntut aparat keamanan lebih humanis dalam menghadapi aksi penyampaian pendapat.
Hingga sore hari, situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif, dengan aparat belum melakukan upaya penghalauan.
Di sela-sela aksi, sejumlah relawan tampak membagikan makanan dan minuman untuk para peserta.
Sementara itu, kondisi lalu lintas di depan DPR masih terbuka, meski ruang jalan menyempit karena konsentrasi massa.
Aksi hari ini merupakan lanjutan dari gelombang unjuk rasa yang telah berlangsung sejak 25 Agustus lalu.
Pada awal rangkaian demonstrasi, massa menyuarakan penolakan terhadap tunjangan fantastis anggota DPR.
Sehari kemudian, pada 28 Agustus, aksi berkembang dengan membawa enam tuntutan utama.
Tuntutan tersebut antara lain penghapusan sistem pekerja alih daya, kenaikan upah minimum 2026 sebesar 10,5 persen, penghentian pemutusan hubungan kerja massal, reformasi kebijakan pajak, hingga percepatan pengesahan RUU Ketenagakerjaan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.
Namun, aksi pada 28 Agustus diwarnai ketegangan setelah aparat mencoba membubarkan massa.
Peristiwa itu berujung tragis dengan tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat insiden dengan kendaraan taktis Brimob.
Kejadian ini memicu gelombang protes lebih luas dari komunitas driver ojol dan masyarakat sipil.
Kemarahan publik atas peristiwa tersebut kemudian menjalar ke berbagai daerah. Selain di Jakarta, aksi solidaritas juga berlangsung di kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya, Solo, hingga Makassar.
Hingga berita ini diturunkan, unjuk rasa di depan DPR RI pada Jumat siang masih berlangsung.
Situasi lapangan relatif terkendali, meski konsentrasi massa berpotensi bertambah menjelang sore.
Gelombang aksi ini menjadi penanda kuat bahwa suara publik terus menguat, mendesak pemerintah, DPR, serta aparat keamanan untuk lebih peka terhadap aspirasi rakyat. (fadila)
Editor : Fadila An Naila