RadarMadura.id - Setiap tahun, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu menjadi perhatian masyarakat luas.
Namun, selain jalur CPNS, sekolah kedinasan juga semakin diminati oleh para lulusan SMA sederajat.
Alasannya jelas, lulusan sekolah kedinasan memiliki peluang besar untuk langsung diangkat menjadi CPNS tanpa harus mengikuti tes umum.
Tak heran, persaingan masuk sekolah kedinasan dikenal sangat ketat, bahkan tak kalah dari seleksi CPNS itu sendiri.
Untuk tahun 2025, pemerintah melalui berbagai instansi kembali menyiapkan pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan.
Berikut daftar delapan sekolah kedinasan yang menjadi favorit calon pendaftar lengkap dengan perkiraan formasinya.
1. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN – Kementerian Keuangan
PKN STAN selalu menjadi incaran utama bagi siswa yang bercita-cita bekerja di bidang keuangan negara. Tahun 2025 diperkirakan membuka sekitar 500 formasi.
Lulusan STAN biasanya langsung ditempatkan di instansi strategis, seperti Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hingga Badan Pemeriksa Keuangan.
Banyak alumni STAN yang kini menempati posisi penting di Kementerian Keuangan dan lembaga negara lainnya.
Baca Juga: Apakah Akreditasi Kampus Mempengaruhi Kelulusan CPNS 2025? Ini Penjelasan Resmi dari BKN
2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) – Kementerian Dalam Negeri
IPDN dikenal sebagai pencetak calon pemimpin pemerintahan daerah. Tahun 2025 diperkirakan membuka sekitar 1.061 formasi.
Mahasiswa IPDN dididik untuk menguasai manajemen pemerintahan, tata kelola daerah, hingga kepemimpinan birokrasi.
Lulusan IPDN banyak yang kemudian berkarier sebagai camat, kepala dinas, bahkan bupati atau wali kota.
3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) – Badan Intelijen Negara
Bagi yang bercita-cita menjadi bagian dari garda terdepan pertahanan negara, STIN adalah pilihannya.
Tahun 2025 diperkirakan tersedia 100 formasi. STIN mendidik mahasiswanya untuk menjadi intelijen profesional dengan kemampuan analisis, investigasi, hingga penguasaan teknologi.
Lulusan STIN berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasional melalui tugas-tugas intelijen strategis.
4. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) – Badan Siber dan Sandi Negara
Di era digital, keamanan siber menjadi prioritas negara.
Poltek SSN akan membuka sekitar 50 formasi tahun 2025 untuk mencetak tenaga ahli di bidang keamanan siber, kriptografi, dan pertahanan digital.
Alumni Poltek SSN sering ditempatkan di lembaga strategis yang menangani serangan siber dan enkripsi data negara.
5. Politeknik Statistika STIS – Badan Pusat Statistik
STIS diperkirakan membuka 400 formasi untuk mahasiswa baru. Lulusan STIS sangat dibutuhkan dalam bidang statistik, riset, hingga analisis data yang menjadi dasar perumusan kebijakan nasional.
Alumni STIS banyak berperan dalam penyusunan data sensus penduduk dan survei sosial ekonomi yang menjadi acuan pembangunan.
6. Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (SIPENCATAR)
Kementerian Perhubungan memiliki beberapa sekolah kedinasan di bidang transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
Tahun 2025 diperkirakan ada 791 formasi.
Lulusan sekolah kedinasan Kemenhub biasanya berkarier sebagai nahkoda kapal, pilot, insinyur transportasi, hingga pejabat teknis di sektor perhubungan.
7. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) – BMKG
STMKG diperkirakan membuka 350 formasi pada 2025. Kampus ini mendidik mahasiswa untuk menjadi ahli meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumen yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
Alumni STMKG banyak bekerja di BMKG sebagai ahli cuaca, peneliti iklim, hingga analis potensi bencana.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Standar Minimal Tinggi Badan untuk Formasi Penjaga Tahanan Kemenkumham 2025
8. Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) – Kementerian Hukum dan HAM
Dua sekolah kedinasan ini diperkirakan membuka formasi untuk calon petugas imigrasi dan pemasyarakatan.
Poltekim berfokus pada bidang keimigrasian, sementara Poltekip mendidik tenaga profesional di bidang pemasyarakatan.
Lulusan Poltekim biasanya bekerja di kantor imigrasi, sedangkan lulusan Poltekip ditempatkan di lembaga pemasyarakatan seluruh Indonesia.
Catatan Penting
Jumlah formasi dan jadwal resmi pendaftaran akan diumumkan langsung oleh masing-masing instansi melalui situs web resmi maupun portal Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Oleh karena itu, calon pendaftar disarankan untuk rutin memantau informasi terbaru agar tidak tertinggal.
Sekolah kedinasan bukan hanya menawarkan pendidikan gratis, tetapi juga jaminan karier sebagai aparatur sipil negara.
Tak heran jika setiap tahunnya, ribuan siswa berkompetisi memperebutkan kursi di sekolah kedinasan dengan tingkat persaingan sangat tinggi. (hasan)
Editor : Hasan Bashri