RadarMadura.id — Di sebuah sekolah dasar di ujung timur Indonesia, 30 anak duduk di kelas menunggu guru yang tak kunjung datang.
Kepala sekolah akhirnya masuk dan berkata, “Belajar mandiri dulu, gurunya sedang mengajar di kelas lain.” Situasi ini bukan kejadian langka—ini adalah potret nyata krisis guru di banyak daerah.
Kekurangan tenaga pendidik membuat satu guru sering merangkap mengajar beberapa mata pelajaran sekaligus, bahkan di kelas yang berbeda.
Baca Juga: CPNS 2025 Dipastikan Dibuka, Simak Jadwal, Syarat, dan Formasi yang Tersedia
Rekrutmen PPPK 2025: Lebih dari Sekadar Penerimaan ASN
Melihat daruratnya kondisi ini, pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2025.
Tujuannya jelas, yaitu menutup celah kekurangan guru, terutama di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta memastikan setiap anak punya kesempatan belajar yang layak.
Prioritas untuk Pahlawan Pendidikan
Kelompok pertama yang menjadi prioritas adalah guru honorer lama yang telah puluhan tahun mengajar tanpa status tetap.
Terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), mereka dinilai paling siap karena sudah memahami kondisi sekolah dan siswanya.
“Ini bukan hanya tentang pekerjaan, ini penghargaan bagi mereka yang tetap mengabdi meski gaji minim dan status belum jelas,” kata pejabat Kemendikbudristek.
Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga BBM di Jawa Timur Awal Agustus 2025, Pertamax Kini Rp 12.200 per Liter
Lulusan PPG, Kesempatan Emas Menanti
Selain honorer lama, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga mendapat peluang besar. Meski baru memulai karier, mereka dibekali keterampilan mengajar yang memadai dan dapat langsung terjun mengisi kekosongan tenaga pendidik.
Mengisi Kursi Kosong di Mata Pelajaran Vital
Banyak sekolah di Indonesia masih kekurangan guru tetap untuk mata pelajaran penting seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Bahasa Inggris. Rekrutmen ini akan memprioritaskan pengisian kursi tersebut agar kualitas pembelajaran tidak lagi timpang.
Harapan Baru untuk Masa Depan Pendidikan
Dengan formasi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata daerah, pemerintah berharap rekrutmen PPPK 2025 menjadi momentum penting untuk pemerataan pendidikan.
Tak ada lagi anak yang belajar tanpa guru, dan tak ada lagi sekolah yang harus mengandalkan relawan untuk mengajar. (hasan)
Editor : Hasan Bashri