RadarMadura.id — Meski rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024 sudah digelar besar-besaran, ternyata banyak formasi yang masih nganggur alias belum terisi.
Fakta mengejutkan ini terungkap dalam rapat kerja antara Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Komisi II DPR RI.
Masih ada ribuan kursi kosong, terutama dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang tak dilirik oleh satu pun pelamar.
Berdasarkan data resmi, hingga tahap optimalisasi pengadaan CASN tahun anggaran 2024, hanya 72% formasi CPNS dan 87% formasi PPPK yang berhasil terisi. Artinya, ada ratusan ribu posisi yang tetap kosong, padahal kebutuhan nasional sangat tinggi.
Akun X (Twitter) @indodevcircle yang dikenal aktif mengulas isu kebijakan publik mengungkapkan salah satu penyebab mandeknya pelamar.
“Paling banyak, sangat banyak formasi yang tidak ada pendaftarnya di PPPK. Seringkali ada pengajuan formasi, tapi sebelumnya tidak ada honorer yang duduk di posisi tersebut, sehingga tidak ada yang bisa melamar,” jelas akun tersebut.
Baca Juga: Jangan Kecewa CPNS 2025 Belum Buka! Ini 3 Jalur PPPK yang Bisa Kamu Ambil
Pemerintah sejatinya telah menyampaikan kebutuhan ASN 2024 mencapai 2.302.543 formasi, yang terdiri dari:
-
429.183 formasi untuk instansi pusat,
-
1.867.333 formasi untuk pemerintah daerah,
-
6.027 formasi untuk sekolah kedinasan.
Dari total tersebut, hanya sekitar 250.407 formasi CPNS yang benar-benar dibuka melalui seleksi pada tahun ini. Rinciannya:
-
114.706 formasi untuk instansi pusat,
-
135.701 formasi untuk instansi daerah.
Sebanyak 547 instansi (terdiri dari 69 instansi pusat dan 478 instansi daerah) turut serta dalam seleksi CPNS 2024.
Fenomena banyaknya formasi kosong menunjukkan bahwa persoalan pengadaan ASN bukan hanya soal kuantitas, melainkan juga kualitas perencanaan formasi.
Salah satu persoalan paling krusial adalah tidak sesuainya formasi dengan kondisi riil di lapangan.
Banyak instansi mengajukan formasi yang ternyata tidak memiliki calon pelamar karena tidak ada honorer atau tenaga potensial di posisi tersebut sebelumnya.
Hal ini terutama terjadi di jalur PPPK, yang pada dasarnya sangat mengandalkan tenaga honorer sebagai basis pelamar.
Pemerintah tahun ini juga mengalokasikan formasi khusus untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari agenda strategis nasional.
Namun lagi-lagi, proses distribusi dan minat pelamar belum sejalan dengan kebutuhan.
Padahal, dengan rencana pembangunan jangka panjang IKN, tenaga ASN yang andal dan merata sangat dibutuhkan, mulai dari teknis, pelayanan publik, hingga sektor administratif dan infrastruktur.
Minimnya pelamar di sejumlah formasi CASN 2024 harus menjadi alarm bagi pemerintah dan pembuat kebijakan.
Dibutuhkan evaluasi menyeluruh, mulai dari perencanaan formasi, pemetaan tenaga kerja, hingga desain sistem rekrutmen yang lebih adaptif dengan kondisi lapangan.
Tanpa perbaikan, formasi kosong ini bisa menjadi beban, bukan hanya bagi birokrasi, tapi juga bagi masyarakat yang berharap akan layanan publik yang lebih baik. (hasan)
Editor : Hasan Bashri