Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Said Abdullah Kritik Keras WTO dan IMF: Kalau Tak Berfungsi, Lebih Baik Dibubarkan Saja

Hendriyanto • Rabu, 23 Juli 2025 | 19:01 WIB
TEGAS: Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah saat memimpin sidang.
TEGAS: Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah saat memimpin sidang.

JAKARTA, RadarMadura.id – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, melontarkan kritik tajam terhadap lembaga-lembaga internasional seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia. Ia menilai lembaga-lembaga tersebut saat ini sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurut Said, sejak perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China pecah pada 2018, tatanan ekonomi global berubah menuju arah yang tidak menentu. Perang tarif yang dimulai oleh Presiden Donald Trump terus berlanjut, bahkan merembet ke banyak negara lainnya.

Padahal, awalnya perdagangan global diatur melalui GATT yang kemudian bertransformasi menjadi WTO. GATT didirikan dengan prinsip non-diskriminasi dan transparansi untuk menghindari proteksi ekonomi pasca-Depresi Besar tahun 1930.

Namun kini, lanjut Said, negara-negara maju seperti AS justru melanggar prinsip perdagangan bebas dengan kembali memberlakukan tarif secara sepihak. Anehnya, tidak ada negara yang menggugat langkah AS tersebut ke WTO.

”Lucu sekaligus menyedihkan, tidak ada satu pun negara yang membawa pelanggaran tarif AS ini ke WTO. Semua negara justru berunding dalam posisi lemah, seperti mengiba belas kasihan,” kata Said dalam pernyataannya, Selasa (22/7).

Said menilai kondisi ini membuktikan bahwa WTO hanya digunakan jika sejalan dengan kepentingan negara maju, dan diabaikan saat tidak menguntungkan mereka. Ia menyebut lembaga-lembaga tersebut telah berubah menjadi instrumen politik ketimbang mekanisme penyelesaian global.

Ia pun menyoroti bagaimana negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand harus jatuh bangun saat awal bergabung ke WTO. Namun kini, beberapa dari mereka berhasil bersaing di pasar global, termasuk China yang kini mengungguli AS dalam nilai perdagangan internasional.

”Tahun 2024 lalu, nilai perdagangan China mencapai USD 6.164 miliar, sementara AS hanya USD 5.424 miliar. Saat tersaingi, AS malah berlindung di balik tarif, ini mencederai prinsip perdagangan bebas,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan diamnya WTO atas aksi sepihak AS tersebut, yang bertolak belakang dengan semangat liberalisasi perdagangan. Said menilai, jika WTO dan lembaga sejenis tidak bisa menjamin keadilan global, maka lebih baik dibubarkan saja.

”Kalau memang dunia sudah tidak memerlukan keberadaan WTO, IMF, dan Bank Dunia, lebih baik dibubarkan. Daripada keberadaannya hanya formalitas dan tidak berguna,” tegasnya.

Menurut Said, biaya yang dikeluarkan negara-negara untuk menjadi anggota lembaga-lembaga internasional itu terlalu besar jika tidak memberikan dampak nyata. Ia mendorong agar solusi perdagangan dan ekonomi dunia lebih difokuskan pada pendekatan bilateral dan regional.

”Kalau kita tetap memandang penting, mari kita bulatkan tekad memperkuat dan menyempurnakan kembali fungsi WTO, IMF, dan Bank Dunia,” tutup Said. (dry)

Editor : Hendriyanto
#amerika serikat (AS) #indonesia #wto #said abdullah #Ketua Banggar DPR RI #imf