JERMAN – Untuk memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Bremen, Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia (RI) di Hamburg, Renata Siagian, melakukan kunjungan kerja ke Kota Luar Angkasa pada Senin (14/7) waktu setempat. Renata Siagian datang ke Bremen membahas kerja sama di bidang ekonomi, ketenagakerjaan, energi, dan teknologi.
Dalam lawatannya ke Bremen, Renata Siagian didampingi Konsul Kehormatan Bremen, Wolfgang Köhne, dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg. Jalannya pertemuan yang dipimpin Renata Siagian berlangsung dalam suasana hangat.
Saat bertemu Wali Kota Bremen Andreas Bovenschulte di Balai Kota Bremen, Renata Siagian menyampaikan apresiasi atas hubungan historis yang telah terjalin sejak 1959. Termasuk peran Bremen sebagai pusat lelang tembakau Indonesia di Eropa.
Wali Kota Bremen Andreas Bovenschulte di hadapan Renata Siagian mengungkapkan, Indonesia merupakan mitra strategis bagi Eropa. Khususnya dalam mengimbangi kebijakan ekonomi unilateral Amerika Serikat.
Andreas Bovenschulte menyatakan ketertarikannya untuk memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia. Langkah itu sebagai upaya diversifikasi pasar ekspor Bremen, yang menyumbang sekitar 70 persen dari produk domestik bruto (PDB) di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan potensi Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan dan hilirisasi nikel untuk mendukung ekosistem industri baterai kendaraan listrik. Pemerintah Kota (Pemkot) Bremen menyampaikan potensi unggulan di sektor industri luar angkasa.
Kota Bremen direncanakan menjadi tuan rumah European Space Agency (ESA) Council dan Space Tech Expo yang dijadwalkan digelar pada November 2025. Renata Siagian menyambut baik inisiatif tersebut. Sebab, Indonesia membutuhkan infrastruktur komunikasi yang andal, termasuk untuk layanan perbankan.
Di bidang sosial dan budaya, Andreas Bovenschulte memberikan apresiasi terhadap keberagaman masyarakat Indonesia yang diketahuinya setelah berinteraksi dengan diaspora Indonesia yang ada di Bremen. Dia juga mengakui etos kerja warga Indonesia yang tinggi dan dapat diandalkan.
Sementara saat melakukan pertemuan dengan Industrie und Handelskammer (IHK) Bremen, Renata Siagian memaparkan sejumlah agenda promosi ekonomi Indonesia. Kegiatan skala nasional tersebut dijadwalkan di Jerman dan juga Indonesia.
Di antaranya Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) di Berlin pada 3–5 September 2025 yang fokus pada energi terbarukan. Juga Pasar Hamburg pada 19–21 September 2025 yang akan menampilkan sesi pertemuan bisnis dan pameran produk berkelanjutan. Terakhir Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta pada Oktober 2025.
Dalam pertemuan tersebut juga menyinggung potensi kerja sama di sektor industri baterai, rantai pasok nikel, teknologi daur ulang, dan luar angkasa. IHK Bremen berminat dengan rencana penempatan tenaga kerja asal Indonesia. Khususnya, di sektor teknik dan keperawatan, dan sektor lain sesuai kebutuhan.
Saat digelar pertemuan yang diikuti Delegasi Bisnis IHK Bremen, para pengusaha Jerman menyampaikan kesan positif selama visitasi ke Indonesia pada awal Mei lalu. Terutama terkait perkembangan pesat di Jakarta dan Batam, semangat kerja masyarakat, serta keramahan yang mereka rasakan.
Delegasi Bisnis IHK Bremen mengidentifikasi potensi kerja sama di sektor galangan kapal, teknologi hidrolik, pengelolaan sampah, logistik, dan pertanian. Renata Siagian menegaskan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi kolaborasi bisnis lebih lanjut melalui kegiatan seperti IEBF dan TEI. Juga dukungan dari ITPC Hamburg sebagai pusat promosi perdagangan Indonesia di Jerman.
Sejumlah isu strategis pun mengemuka di dalam pertemuan. Pemkot Bremen dan kalangan pengusaha Jerman membutuhkan tenaga kerja terampil. Terutama di sektor teknik dan keperawatan. Pelaku usaha juga menyoroti perlunya informasi yang valid dan tepercaya mengenai mitra bisnis di Indonesia.
Harapan lain yang disampaikan adalah, perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera dirampungkan pada tahun ini. Sehingga, bisa menjadi pijakan kuat peningkatan hubungan ekonomi antar kedua belah pihak.
Renata Siagian menegaskan bahwa Indonesia siap memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Pemerintah Indonesia juga akan mendorong lebih banyak pengusaha Jerman untuk datang mengunjungi Indonesia. Juga menjajaki potensi bisnis secara langsung. (*)
Editor : Hera Marylia Damayanti