Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mahasiswa UTM Sulap Minyak Goreng Bekas Jadi Sabun dan Lilin Aromaterapi

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 18 Juli 2025 | 00:22 WIB
BERBAGI ILMU: Mahasiswa KKN Kelompok 28 UTM mendemonstrasikan pembuatan sabun dan lilin aromaterapi di Desa Jabung, Talun, Blitar, Selasa (15/7). (ROHMA SHOLIHAH UNTUK RADARMADURA.ID)
BERBAGI ILMU: Mahasiswa KKN Kelompok 28 UTM mendemonstrasikan pembuatan sabun dan lilin aromaterapi di Desa Jabung, Talun, Blitar, Selasa (15/7). (ROHMA SHOLIHAH UNTUK RADARMADURA.ID)

BLITAR, RadarMadura.id ­– Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam kelompok 28 kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Jabung, Kecamatan Talun, Blitar, punya inovasi unik. Mereka bisa memanfaatkan minyak goreng bekas menjadi sabun dan lilin aromaterapi.

Melalui program kerja bertajuk ”Limbah Rumah Tangga”, mahasiswa mengajak ibu-ibu PKK (pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga) di Desa Jabung untuk menyulap limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai hemat biaya.

Sebelum mempraktikkan pembuatan sabun dan lilin aromaterapi, mahasiswa terlebih dahulu menggelar sosialisasi di kantor Desa Jabung. Mereka memberikan edukasi mengenai pemanfaatan minyak goreng bekas pakai atau yang bisa disebut minyak jelantah agar tidak dibuang percuma.

Mahasiswa menunjukkan bagaimana minyak bekas tersebut dapat diolah kembali menjadi sabun cuci serbaguna serta lilin aromaterapi. Mereka langsung mempraktikkan cara pembuatan dari awal hingga menghasilkan produk siap pakai.

”Minyak jelantah masih bisa dimanfaatkan asal diolah dengan cara yang tepat. Ini bisa menjadi produk rumah tangga yang bernilai jual sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan minyak sembarangan ke tanah atau saluran air,” kata Penanggung Jawab Program Kerja Lingkungan KKN Kelompok 28 UTM Nadia Masfufatul Islamiyah, Kamis (17/7).

Materi yang disampaikan mencakup dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan. Seperti penyumbatan saluran air dan pencemaran tanah. Mahasiswa juga memaparkan potensi ekonomi dari produk daur ulang yang bisa menjadi produk bermanfaat digunakan di rumah.

Peserta kemudian diperlihatkan contoh sabun hasil olahan minyak jelantah. Sabun tersebut berwarna putih pekat dengan aroma lemon segar. Produk ini dihasilkan melalui proses penyaringan minyak, pencampuran dengan soda api, serta penambahan pewangi alami.

Tak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan lilin aromaterapi yang dibuat dari campuran minyak goreng bekas dan lilin sisa. Bentuknya kecil, unik, dan memiliki aroma menenangkan seperti lavender dan mawar.

”Kami tertarik sekali karena biasanya minyak bekas itu dibuang begitu saja. Ternyata bisa jadi sabun yang bisa dipakai sendiri atau dijual. Terima kasih adik-adik mahasiswa sudah memberi pengetahuan dan contoh nyatanya,” ungkap Erni Widiastuti, ketua PKK Desa Jabung dengan antusias.

Salah satu poin penting dari kegiatan ini adalah pemberdayaan. Mahasiswa membagikan lembar tutorial lengkap. Bahan praktik awal, serta sesi tanya jawab.

Program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan satu kali. Namun, akan berlanjut dengan pendampingan teknis dan pemasaran sederhana bagi warga yang berminat memproduksi sabun atau lilin dalam skala kecil, baik untuk kebutuhan pribadi maupun untuk dijual di pasar desa atau acara UMKM.

Kepala Desa Jabung Iwan Agus Wajayanto menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan mahasiswa memberikan dampak nyata bagi masyarakat karena menyentuh langsung pada kebutuhan sehari-hari dan dapat menghemat biaya rumah tangga, terutama di masa ekonomi sulit.

MASA PENGABDIAN: Mahasiswa KKN Kelompok 28 UTM berfoto bersama PKK usai memberikan materi dan praktik di Desa Jabung, Talun, Blitar, Selasa (15/7). (ROHMA SHOLIHAH UNTUK RADARMADURA.ID)
MASA PENGABDIAN: Mahasiswa KKN Kelompok 28 UTM berfoto bersama PKK usai memberikan materi dan praktik di Desa Jabung, Talun, Blitar, Selasa (15/7). (ROHMA SHOLIHAH UNTUK RADARMADURA.ID)

”Ini langkah konkret yang membuka wawasan warga kami tentang daur ulang dan pemanfaatan limbah. Harapan kami, kegiatan ini bisa terus dikembangkan dan dijadikan usaha mandiri oleh warga,” sambungnya.

Program ”Limbah Rumah Tangga” menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik. Tapi, menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Mahasiswa hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan mitra dalam proses perubahan menuju desa yang lebih ramah lingkungan dan mandiri secara ekonomi.

Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang bijak. Dalam jangka panjang, program ini berpotensi memperkuat gerakan ekonomi sirkular di tingkat desa, sebuah model pembangunan yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai baru yang berguna bagi komunitas lokal. (onk)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#utm #minyak bekas #pkk #lilin aromaterapi #pemberdayaan #tutorial #mahasiswa #minyak jelantah #Praktik #Minyak Goreng Bekas #sabun