RadarMadura.id — Kementerian Sosial Republik Indonesia akhirnya mengumumkan hasil seleksi akhir PPPK Guru untuk program Sekolah Rakyat, Kamis (3/7/2025).
Informasi ini menjadi angin segar bagi ribuan calon tenaga pendidik yang telah menanti kepastian nasib mereka sejak proses seleksi dimulai.
Sebelumnya, pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 30 Juni 2025. Namun, terjadi penyesuaian jadwal karena proses integrasi dan verifikasi data masih berlangsung.
Baca Juga: Cek Sekarang! 3 Bansos Cair Awal Juli 2025, Tambahan Dana dan Beras Sudah Masuk Rekening
Hal ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi Kementerian Sosial, @kemensosri.
“Penyesuaian ini dilakukan karena proses integrasi dan verifikasi data hasil seleksi masih berlangsung. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui situs dan media sosial Kementerian Sosial RI,” tulis akun tersebut.
Cek Pengumuman Resmi Hanya di Kanal Resmi Kemensos
Peserta seleksi dapat mengecek hasil akhir melalui dua kanal resmi yang disediakan Kemensos, yakni:
-
Website Resmi Kemensos: https://kemensos.go.id
-
Instagram Resmi Kemensos: @kemensosri
Peserta diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi palsu dan hanya mengandalkan pengumuman yang disampaikan secara resmi oleh Kemensos.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Geram, Hanya Empat Kadis Hadir Paripurna
Sekolah Rakyat: Upaya Nyata Memutus Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama yang digagas oleh pemerintah untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Pendidikan di Sekolah Rakyat diberikan secara gratis, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini hadir sebagai bagian dari upaya menghapus kemiskinan ekstrem, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025.
Sasaran penerima manfaat ditentukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga program ini betul-betul menyasar mereka yang membutuhkan.
Saat ini, pemerintah telah merintis 100 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, memanfaatkan lahan dan aset milik Kemensos yang direvitalisasi.
Sekolah-sekolah rintisan ini akan beroperasi selama satu tahun ke depan sambil menunggu pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Ribuan Guru dan Tenaga Kependidikan Akan Terlibat
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat rintisan akan menampung hingga 20.000 siswa.
Untuk mendukung operasionalnya, sebanyak 3.000 guru PPPK dan 7.000 tenaga kependidikan telah dipersiapkan dan disebar ke 100 sekolah tersebut.
Menariknya, kurikulum yang digunakan bersifat tailor-made, artinya disesuaikan dengan kondisi sosial dan kebutuhan masing-masing daerah. Hal ini diharapkan mampu memberikan pendekatan belajar yang lebih relevan dan menyentuh langsung kehidupan peserta didik.
Adapun tahun ajaran perdana untuk Sekolah Rakyat akan dimulai pada 14 Juli 2025.
Baca Juga: Puluhan Kursi PPPK Tidak Terisi BKPSDM Bangkalan Klaim Tidak Ada Pendaftar
Pengumuman hari ini bukan hanya tentang siapa yang lolos seleksi, tapi juga menandai langkah awal transformasi pendidikan untuk kelompok rentan.
Bagi para peserta seleksi, pastikan untuk segera mengecek hasilnya dan menyiapkan diri menjadi bagian dari perubahan besar di dunia pendidikan Indonesia.
Editor : Hasan Bashri