RadarMadura.id – Kehadiran layanan Trans Jatim Koridor 5 yang menghubungkan Surabaya dengan Bangkalan dinilai membawa dampak besar bagi masyarakat Madura.
Program transportasi publik murah yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tapi juga memantik geliat ekonomi lokal.
Hal itu disampaikan oleh Abdul Halim, SH, MH, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dalam program Sapa Legislatif bersama Radar Madura TV.
Dalam wawancara yang tayang di kanal YouTube Radar Madura TV, Halim memaparkan secara detail latar belakang, capaian, hingga tantangan Trans Jatim di Madura.
“Kita harus bangga. Transportasi publik ini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di Madura. Tarifnya murah, pelayanannya baik, dan efeknya terasa,” kata Halim.
Efek Domino Trans Jatim
Diluncurkan pada 30 September 2023, koridor ini menjadi jalur strategis yang sangat dinanti masyarakat Bangkalan.
Tarif hanya Rp2.500 untuk pelajar, santri, dan mahasiswa, serta Rp5.000 untuk masyarakat umum.
Bahkan, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke Gresik atau Mojokerto secara gratis jika masih dalam dua jam setelah naik bus pertama.
“Low vector koridor ini sudah mencapai 90%. Terminal yang dulunya sepi kini mulai hidup kembali. Warung-warung sekitar terminal juga ikut ramai,” jelas Halim.
Lebih lanjut, ia menyoroti manfaat sosial dari kebijakan ini. Berdasarkan data Ditlantas Polda Jatim, kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua turun 48% sejak Trans Jatim beroperasi.
Rencana Peluncuran Trans Jatim Laut
Menariknya, Halim juga mengungkap rencana besar lainnya: Trans Jatim Laut.
Moda transportasi berbasis kapal cepat ini akan menghubungkan berbagai pulau di Madura seperti Raas, Sapudi, Gili Labak, Giliraja, dan Gilimandangin dengan wilayah daratan seperti Probolinggo dan Pamekasan.
“Studi kelayakan sudah selesai. InsyaAllah akan dilaunching pada Agustus–September 2025,” ungkapnya.
Kendala dan Tantangan
Meski berdampak positif, pengembangan Trans Jatim tak lepas dari tantangan.
Salah satunya adalah keterbatasan APBD Kabupaten Bangkalan yang membuat sistem feeder (pengumpan dari desa ke terminal utama) belum dapat berjalan optimal.
Selain itu, Halim juga menyayangkan adanya insiden seperti pelemparan oli ke bus dan sopir ugal-ugalan.
Namun, menurutnya, kasus tersebut bersifat personal dan telah ditangani dengan baik.
“Trans Jatim memiliki sistem pemantauan ketat, bahkan ada 6 CCTV per armada yang memantau sopir secara real-time,” katanya.
Multiplayer Effect yang Nyata
Menurut Halim, Trans Jatim bukan sekadar layanan transportasi, tapi merupakan kebijakan strategis untuk menekan pengeluaran warga, mengurangi polusi, serta menciptakan peluang ekonomi baru.
Ke depan, jika jumlah penumpang terus meningkat, pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk ikut mengelola rute-rute tertentu agar subsidi bisa dialihkan ke daerah lain yang masih membutuhkan. ***
???? Tonton selengkapnya di kanal YouTube Radar Madura TV: https://youtu.be/K6sIG0eqWzo
Editor : Abdul Basri