SURABAYA, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Jawa Pos menggelar East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025, sebuah ajang kompetisi inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah bagi sekolah-sekolah SMA, SMK, dan SLB untuk menampilkan karya inovasi yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
EJIES 2025 dirancang sebagai platform untuk mendorong lembaga pendidikan menciptakan terobosan baru yang berdampak nyata bagi siswa, guru, dan masyarakat. Tidak hanya sebatas kompetisi, acara ini juga menjadi ruang berbagi praktik terbaik dan inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi pendidikan Jawa Timur yang ingin terus maju dan inklusif. ”Kami berharap melalui EJIES, inovasi yang lahir dari sekolah-sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan solusi kreatif sesuai kebutuhan zaman,” ujarnya.
Para peserta dalam kegiatan ini terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru. Mereka berlomba-lomba menciptakan program atau strategi pendidikan yang kreatif dan inovatif.
Selain lomba inovasi, EJIES juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan dukungan Jawa Pos dan ITS Surabaya, kegiatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Program ini juga mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang digagas pemerintah pusat, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Nawa Bhakti Satya Jatim Cerdas dan memperingati Hari Jadi Ke-76 Provinsi Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan EJIES 2025 meliputi pengumpulan proposal inovasi, presentasi, penilaian karya, hingga penganugerahan penghargaan bagi inovator terbaik. Semua proses dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kualitas dan dampak inovasi.
Dengan semangat kompetisi dan kolaborasi, EJIES 2025 membuka peluang bagi sekolah-sekolah di Jawa Timur untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan di era digital dan globalisasi. (*/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti