Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kuliner Mangut Lele: Kejutan Rasa dari Sajian Tradisional Yogyakarta

Amin Basiri • Sabtu, 26 April 2025 | 15:15 WIB
Mangut Lele jadi kuliner khas yang wajib dicoba saat ke Yogyakarta
Mangut Lele jadi kuliner khas yang wajib dicoba saat ke Yogyakarta

FOOD & TTAVEL, RadarMadura.id - Di balik reputasinya sebagai hidangan sederhana, kuliner lele ternyata menyimpan kejutan rasa yang luar biasa ketika diolah menjadi mangut.

Kuliner ini memang belum seterkenal gudeg atau bakpia, namun cita rasa mangut lele yang berpadu antara rempah tajam dan santan gurih menjadikannya permata tersembunyi di jagat kuliner Yogyakarta.

Bahkan hanya dengan satu suapan, kuliner ini langsung memperlihatkan kedalaman rasa yang sulit dilupakan oleh para pecinta kuliner sejati.

Menariknya, kuliner mangut tidak hanya terbatas pada ikan lele, karena beberapa jenis ikan air tawar seperti wader, kutuk, dan bader juga sering menjadi bahan dasar dalam sajian kuliner khas ini.

Namun di balik kekayaan kuliner tersebut, ada kekhawatiran tentang kelestarian bahan bakunya, sebagaimana disampaikan oleh Syarifuddin Murbawono dalam Monggo Mampir: Mengudap Rasa Secara Jogja (2013:106), bahwa pencemaran sungai di Jogja membuat banyak ikan lokal sulit berkembang dan berdampak pada keberlanjutan kuliner tradisional.

Kuliner mangut lele tetap menjadi pilihan utama, bukan hanya karena cita rasanya, tetapi juga karena proses pengolahannya yang khas dalam dunia kuliner tradisional.

 Dalam praktiknya, kuliner mangut lele dapat dibuat dengan dua cara: digoreng hingga renyah atau diasap untuk cita rasa yang lebih dalam.

Untuk kuliner mangut lele goreng, biasanya ikan dimarinasi dengan air jeruk nipis dan garam sebelum digoreng hingga keemasan, lalu disiram kuah santan berbumbu lengkap yang menjadi jiwa dari kuliner ini.

Berbeda dengan versi goreng, kuliner mangut lele asap menggunakan teknik pengasapan tradisional dengan serabut pelepah kelapa, yang memberi aroma khas pada ikan sebelum dimasak bersama santan dan aneka bumbu dalam tungku kayu.

Sentuhan tradisional ini menghadirkan dimensi baru dalam kuliner mangut yang menggabungkan rasa pedas, gurih, dan aroma asap yang menggoda.

Jika membicarakan surga bagi pecinta kuliner mangut lele, maka Kabupaten Bantul adalah jawabannya.

 Di sepanjang jalan utama Bantul, berbagai warung kuliner menawarkan mangut lele otentik yang menggoda selera.

Salah satu ikon kuliner di sini adalah Warung Mangut Lele Dapur Asli Mbah Marto, yang telah melegenda dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari warisan kuliner keluarga.

Tidak jauh dari situ, kuliner mangut lele juga ditawarkan di Warung Mangut Bu Kini yang dikelola oleh Supiyah, anak keenam Mbah Marto, yang melanjutkan tradisi kuliner dengan penuh cinta dan konsistensi.

Kehangatan dan kelezatan kuliner mangut di warung-warung ini semakin terasa saat disajikan bersama nasi hangat dan lauk pendamping khas rumahan.

Menutup pengalaman kuliner di Bantul, satu porsi mangut lele bukan sekadar sajian makan siang biasa, tetapi juga pengantar rasa rindu akan suasana khas Yogyakarta.

Kuliner ini, dengan segala kesederhanaannya, mampu membangkitkan nostalgia dan menjadi pengingat akan kekayaan rasa yang dimiliki oleh tradisi kuliner Nusantara.***

Editor : Amin Basiri
#kuliner #Mangut Lele #yogyakarta