BANGKALAN, RadarMadura.id – Pagu anggaran untuk program Universal Health Coverage (UHC) 2025 Rp 55 miliar. Namun, jumlah tersebut diproyeksikan tidak akan mencukupi tagihan selama satu tahun ke depan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan memproyeksikan pagu tersebut hanya cukup untuk sembilan bulan tagihan.
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Bangkalan Miftahul Jannah menyampaikan, tahun ini masyarakat masih dijamin untuk layanan kesehatan.
Pagu yang disediakan untuk program UHC tersebut Rp 55. 533.139.750. ”Ada tiga sumber untuk anggaran UHC itu,” terangnya.
Dana UHC itu bukan hanya dari APBD. Namun, ada beberapa sumber anggaran puluhan miliar tersebut. Yakni, dari dana alokasi umum (DAU) earmark. Dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dan yang terakhir dari dana bagi hasil pajak rokok (DBHPR).
”Anggaran dari DAU earmark Rp 11.528.303.250, DBHCHT Rp 14.515200.000, dan DBHPR Rp 29.489.627.500,” sambungnya.
Perempuan yang biasa dipanggil Mimif itu menyampaikan, nominal anggaran yang tersedia tahun ini dipastikan tidak cukup.
Pihaknya memprediksi pagu anggaran UHC hanya cukup untuk membayar tagihan selama sembilan bulan.
”Kami juga menanggung tagihan tahun lalu sebesar Rp 7 miliar. Pembayarannya menggunakan pagu tahun ini,” ungkapnya.
Mimif mengeklaim semua penduduk Kota Salak sudah terkaver program UHC. Namun, yang berstatus aktif 84,07 persen dari jumlah yang ada. ”Kemungkinan ada warga ber-KTP Bangkalan, namun tinggalnya di luar,” jelasnya.
Baca Juga: Camat Burneh Tingkatkan Sinergisitas Lintas Sektor
Program UHC tetap dilanjutkan karena sangat membantu masyarakat. Pihaknya berharap kekurangan anggaran juga bisa mencukupi.
”Ini menjadi PR bagi kami untuk terus berupaya mencari tambahan anggaran untuk program UHC,” tukasnya. (din/bil)
Editor : Ina Herdiyana