SUMENEP, RadarMadura.id – Pendidikan merupakan salah satu program prioritas pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Karena itu, pemerataan pendidikan mulai dari tingkat bawah harus menjadi perhatian utama.
Namun, beberapa desa di Kabupaten Sumenep ada yang masih belum memiliki lembaga pendidikan. Jika merujuk pada data dinas pendidikan (dispedik), hingga saat ini masih ada lima desa yang tidak memiliki sekolah dasar (SD).
Lima desa tersebut adalah Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih; Desa Mandala, Kecamatan Gapura; Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding; serta Desa Kambingan Barat dan Desa Tarogan, Kecamatan Lenteng.
Pihak dispendik mengaku telah melakukan upaya penambahan SD. Namun, belum ada kepastian meski sudah menurunkan tim.
”Tunggu saja, nanti kami informasikan kalau sudah ada hasil,” kata Kabid SD Dispendik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi.
Ali menjelaskan, jika dari hasil kajian tim, sejumlah desa tersebut dekat dengan sekolah lain, maka tidak akan dibangun SD lagi.
Sebab, untuk bisa membangun sekolah, minimal harus berjarak 500 meter dari sekolah lain. Jika kurang dari jarak tersebut tidak bisa dilakukan pembangunan sekolah baru.
”Idealnya memang satu desa ada satu SD atau MI. Misalnya, di Desa Errabu, Kecamatan Bluto, tidak ada SD-nya, tetapi ada MI-nya, itu sudah dianggap cukup,” ucapnya.
Menurut dia, kajian itu membutuhkan waktu lama dan proses panjang. Dengan demikian, nanti hasilnya benar-benar matang. ”Tentu hal ini akan menjadi evaluasi bagi Dispendik Sumenep,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Ina Herdiyana