BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendirikan dan melaunching Griya Moderasi Beragama dan Bela Negara (MBBN), Senin (30/12).
Tujuan dibentuknya lembaga itu untuk menangkal radikalisme dan intoleransi di kalangan civitas academica dan masyarakat Madura.
Peresmian lembaga kebangsaan tersebut bersamaan dengan penyelenggaraan seminar Moderasi Beragama bertajuk "Revitalisasi Moderasi Beragama dan Bela Negara di Lingkungan Akademik, Menjawab Tantangan Radikalisme dan Intoleransi" yang digelar di Aula Moh. Nur Lantai 10 Tower Rektorat UTM.
Selain puluhan dosen pendidikan agama Islam dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur, acara itu dihadiri pengurus FKUB, kepala Kemenag se-Madura, Dekanat, rektorium serta mahasiswa dan mahasiswi UTM.
Ketua Griya MBBN UTM, Firman Setiawan mengungkapkan, lembaga tersebut dapat menjadi katalisator dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan semangat bela negara.
Khususnya di kalangan mahasiswa dan masyarakat Madura.
Sebab, moderasi beragama adalah fondasi untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat yang beragam.
Dosen kelahiran Kota Keris ini menambahkan, program-program Griya MBBN mengarah pada terciptanya toleransi, kerukunan, dan harmoni di tengah masyarakat yang beragam.
Selain itu, lembaga ini juga menjadi pusat kajian, pelatihan, dan pengembangan program-program yang mendukung implementasi nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian.
Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Seluruh Indonesia (ADPISI) Jawa Timur Shofiyun Nahidloh mengatakan, moderasi beragama sangat penting dalam dunia pendidikan.
Dengan begitu, moderasi beragama tidak sekadar konsep.
”Harus ada praktik nyata dari nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini, khususnya di lingkungan kampus,” kata Dekan Fakultas Keislaman UTM.
Wakil Rektor Bidang Akademik UTM Ahmad Amzeri mengapresiasi pendirian Griya MBBN.
Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian ini, launching lembaga tersebut merupakan langkah strategis UTM menjawab tantangan era globalisasi dan menjaga harmoni kehidupan beragama di Madura.
“Melalui Griya MBBN, UTM menjaga persatuan bangsa melalui pendidikan, pengabdian, dan pengembangan moderasi beragama,” tandasnya.
Muhammad Turhan Yani, narasumber seminar berpendapat, moderasi beragama adalah kunci terciptanya toleransi dan kerukunan.
UTM sebagai Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menyemai nilai-nilai moderasi di tengah masyarakat majemuk.
“Ini menjadi salah satu implementasi nilai-nilai Pancasila,” ujar Akademisi Unesa sekaligus Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Timur tersebut. (yan)
Editor : Fatmasari Margaretta