JAKARTA, RadarMadura.id - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tinggal menghitung hari.
Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin meminta pemerintah melakukan antisipasi beberapa hal.
Diantaranya, kemacetan, lonjakan penumpang, dan cuaca ekstrim. Sehingga masyarakat bisa melakukan liburan dengan aman.
Syafiuddin mengatakan, pertama yang perlu diantisipasi adalah kemacetan.
Baca Juga: Perumda Bakal Naikkan Tarif
Tingginya intensitas volume kendaraan saat nataru tidak bisa dihindari.
pasalnya, banyak masyarakat pulang kampung, liburan, dan berkunjung ke rumah saudara, dan aktivitas lainnya.
Sehingga, volume kendaraan melonjak. Baik lalulitas di jalan utama dan ruas jalan tol.
Maka, dibutuhkan berbagai langkah itu mengantisipasi kemacetan.
Seperti, melakukan rekayasa lalu lintas, pengoperasian jalan tol secara fungsional di beberapa ruas, dan perluasan lajur tol.
Baca Juga: Polisi Bekuk Pelaku Curanmor Sempat Buron Lebih dari Setahun
"Menghadapi Nataru 2025. Antisipasi Kemacetan harus segera dilakukan, sehingga penumpukan kendaraan di jalan raya bisa terurai, agar tidak macet," terangnya, Selasa (17/12/2024).
data Korlantas Polri lebih dari 700 titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
Titik rawan kemacetan dan kecelakaan di jalan tol. diantaranya ruas jalan Ngawi-Surabaya, Japek Selatan, dan Batang-Semarang.
Lalu, terdapat titik lelah menjadi black spot. Setidaknya ada empat titik lelah di jalan tol yang telah dideteksi.
Baca Juga: Jaring Talenta Muda dan Berbakat, FOPI Pamekasan Lakukan Regenerasi Atlet
Menurut politisi pkb itu antisipasi selanjutnya untuk menghadapi lonjakan penumpang.
Banyak masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum. Maka jumlah penumpang naik tajam.
PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang.
Dipredisikan peningkatan mencapai 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 memprediksi kenaikan arus penumpang sekitar 12,5 persen atau 2.165.815 saat momen Nataru 2025.
"pemerintah harus bekerja ekstra. Lonjakan penumpang harus diantisipasi, agar masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dengan baik dan tetap nyaman," ucapnya.
Baca Juga: KPI Sumenep Desak Hakim Vonis Oknum Kepsek Cabul 20 Tahun Penjara
Pria kelahiran kecamatan tanah merah, kabupeten bangkalan itu menerangkan, perlu diantisipasi adalah cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem. berupa peningkatan curah hujan sebesar 20 persen selama Nataru 2025.
Cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025.
Dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen.
"Sebelum bepergian. masyarakat harus betul memperhatikan cuaca.
Akhir-akhir ini sering terjadi suasana ekstrem. Harus tetap hati-hati dalam berkendara semoga selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
Editor : Amin Basiri