SURABAYA, RadarMadura.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Industri Jawa Timur 2024 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (22/8).
Kegiatan itu bertema Green Industry Key Towards East Java’s Green Economy Development. PT PLN (Persero) UIP JBTB diundang sebagai narasumber pada sesi talkshow topik Transisi Energi Terbarukan Menuju Dekarbonisasi Industri.
Narasumber dari PT PLN (Persero) UIP JBTB adalah I Wayan Semudiarsa ST., MM., IPM., CRMP., CRGP yang menjabat sebagai Senior Manager Perencanaan juga selaku Kuasa General Manager PT PLN (Persero) UIP JBTB.
Dia menjelaskan, dalam melakukan aktivitas industri maupun kegiatan ketenagalistrikan harus menggunakan konsep keseimbangan secara spiritual.
”Kita harus sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ada dua upaya kontribusi PLN dalam mendukung green industry.
Yakni, membangun pembangkit listrik berbasis renewable energy dan mengurangi pembangunan industri yang berbahan baku fosil.
Dukungan PLN dalam program green industry adalah dengan membangun pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).
Di wilayah Jawa Timur dan Bali terdapat 17 pembangkit yang berbasis EBT.
Contohnya, PLTS Pasuruan dengan daya 100 (MWp), PLTS Probolinggo 50 (MWp), dan PLTS Bali Barat 25 (MWp).
PLN juga melakukan inovasi renewable energy certificate (REC) atau sertifikat energi hijau.
REC digunakan untuk mengeklaim energi listrik dari energi baru terbarukan seperti surya, air, dan angin.
”Manfaat REC bagi lingkungan adalah mendorong pertumbuhan EBT, mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil, dan menjaga sumber daya alam. Tentunya menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan hidup,” tutup I Wayan. (bam/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta