MALAYSIA, RadarMadura.id – Alih status IAIN Madura menjadi UIN Madura kian matang. Berbagai gerakan kolaboratif dan inovatif telah dilaksanakan kampus Islam negeri yang terletak di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, itu.
Terbaru, IAIN Madura melaksanakan pengabdian dan riset internasional di negeri jiran, Malaysia.
Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari dua fakultas berbeda. Yaitu, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Pd menyampaikan, lompatan kegiatan kolaborasi internasional ini merupakan implementasi dari tridarma perguruan tinggi. Juga sebagai salah satu bentuk indikator kinerja utama (IKU) kampus.
”Sebagaimana yang diharapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI bahwa kami di perguruan tinggi didorong untuk melaksanakan kegiatan partisipatif dengan banyak pihak. Salah satunya dalam kegiatan internasional,” terang Saiful Hadi.
Karena itu, pihaknya memastikan kampus yang dinakhodai akan segera bertransformasi menjadi UIN Madura.
Saiful Hadi berharap alih status tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat Madura dan Indonesia pada umumnya.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura Dr. Ah. Fawaid, MA juga menyepakati bahwa pengabdian dan penelitian tersebut bagian dari IKU.
Menurut dia, aspek penting dalam kegiatan itu adalah keterlibatan mahasiswa.
”Kami libatkan mereka di seluruh proses tahapan penelitian dan pengabdian. Mulai dari penggalian data di lapangan hingga pengolahan data, serta merumuskan hasil laporan. Itu semua dikerjakan secara kolaboratif dengan para dosen,” ujarnya.
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura memiliki tiga prodi. Yaitu, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan Ilmu Hadis.
Masing-masing prodi mengirim dua mahasiswa dan satu dosen untuk kegiatan itu.
”Saya berharap kegiatan ini menjadi kegiatan berkesinambungan dan ada perluasan. Tentu tidak hanya di Malaysia, melainkan di negara lain seperti di Asia Tenggara. Misalnya di Thailand, Brunei Darussalam, dan lainnya,” tutur Fawaid.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Tarbiyah IAIN Madura Dr. Fathol Holiq, M.Si mendukung upaya kolaboratif tersebut. Sehingga, bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan.
”Tentunya, program pengabdian dan riset internasional tersebut tidak hanya memperluas wawasan dan pengalaman dari dosen dan mahasiswa. Tetapi, juga mempererat hubungan akademis antara Indonesia dan Malaysia ke depan,” katanya.
Fathol berpendapat, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen IAIN Madura dalam memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan di kancah internasional. Sehingga, bisa menjadi model program serupa di masa mendatang. (afg/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti