Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Jemaah Bergeser ke Muzdalifah, Langsung ke Mina bagi yang Berisiko Tinggi

Fatmasari Margaretta • Minggu, 16 Juni 2024 | 15:20 WIB
BERDESAKAN: Ratusan jemaah kloter 100 asal Bangkalan beristirahat di tenda saat berada di Arafah, Sabtu (15/6). (SULAIMAN UNTUK JPRM)
BERDESAKAN: Ratusan jemaah kloter 100 asal Bangkalan beristirahat di tenda saat berada di Arafah, Sabtu (15/6). (SULAIMAN UNTUK JPRM)

MAKKAH, RadarMadura.id – Saat ini sudah memasuki puncak ibadah haji.

Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan mulai bergeser ke Muzdalifah.

Yakni, setelah bermukim di Arafah untuk melaksanakan wukuf, (15/6).

Ketua Kloter 100 Jemaah Haji Bangkalan Sulaiman menyampaikan, jemaah haji tiba di Arafah, Jumat malam (14/6).

Para jemaah langsung melaksanakan rentetan ibadah haji.

Namun, sebagian jemaah mengeluhkan tempat tidur saat bermalam di Arafah.

”Ada sedikit kendala karena beberapa jemaah tidak mendapatkan tempat tidur,” katanya.

Jumlah jemaah di kloter 100 ada 269 orang. Mereka terbagi dalam tiga tenda dengan kapasitas tidak sama.

Tiga tenda yang sudah disediakan tersebut belum bisa menampung semua jemaah.

Karena itu, 30 jemaah lainnya terpaksa tidur di luar tenda karena overkapasitas.

”Bagi jemaah yang tidak dapat tempat tidur, kami usulkan meminta tambahan karpet ke pihak maktab Arab Saudi,” tutur Sulaiman.

Kepala Kasi Pendma Kemenag Bangkalan itu mengatakan, suhu di Makkah masih aman meski jemaah memilih tidur di luar tenda.

”Jemaah yang memilih tidur di luar tenda kebanyakan orang yang suka cuaca hangat. Kalau di dalam tenda sangat dingin hingga 18–22 Celsius,” katanya.

Para jemaah akan keluar dari Arafah pada pukul 21.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Mereka akan berangkat ke Muzdalifah untuk melaksanakan rukun haji. Kecuali bagi jemaah yang berisiko tinggi.

”Untuk jemaah yang risiko tinggi, langsung ke Mina dengan pendampingnya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kloter 101 Jemaah Haji Bangkalan Moh. Mushlih.

Dua tenda untuk 371 jemaah. Jemaah harus berdesakan di dalam tenda agar semuanya bisa ditampung.

”Kalau siang dipastikan tidak ada (tidur di luar tenda). Kalau malam, banyak yang tidur di luar karena udaranya lebih hangat. Kalau di dalam tenda udaranya lebih dingin,” imbuhnya. (ay/bil) 

Editor : Fatmasari Margaretta
#jemaah #karpet #ibadah haji #overkapasitas #Arafah #rukun haji #Tenda #kloter #Muzdalifah #Hangat #makkah #maktab #tempat tidur