SUMENEP, RadarMadura.id – Film Basiyat yang disutradarai Ahmad Faiz, pemuda asal Desa Larangan, Kecamatan Ganding, kembali mendapat apresiasi.
Film yang diciptakan 2021 itu akan diputar di Nijmegen, Belanda, melalui Sinema Asia yang bekerja sama dengan Jakarta Film Week-Internasional Film Festival (JFW-IFF).
”Beberapa waktu lalu saya dihubungi Co-Producer (Fanny Chotimah) yang juga juri Film Dokumenter Pendek Piala Citra,” ujar Faiz.
”Saya dikabari bahwa film saya, Basiyat: Bathe My Corpse with Wine adalah salah satu yang diajukan untuk diputar di beberapa tempat di dunia,” imbuh dia, Jumat (3/5).
Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah Guluk-Guluk itu tidak menyangka karya filmnya yang menceritakan tentang polemik berlatar kemaduraan disambut baik oleh perfilman nasional.
Apalagi, pernah masuk dalam nomine Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) dari kategori Film Cerita Pendek Terbaik tahun 2022.
”Tentu saja bangga, tapi yang terpenting saya merasa sangat diapresiasi. Mengingat film ini sangat intim berbicara tentang polemik berlatar kemaduraan, atau isu-isu lokal. Akan tetapi, mendapat panggung besar di belahan dunia,” ujarnya.
Faiz mengaku berencana untuk kembali menggarap film baru berjudul Kembang Selir. Film itu diadaptasi dari cerita pendek yang ditulis cerpenis asal Pamekasan, Muna Masyari.
”Proses shooting antara Mei atau Juni. Setting-annya kami ngambil di Lenteng, Sumenep,” katanya.
”Harapan saya, film yang diproduksi nanti mempunyai nasib lebih baik untuk bertemu dengan penontonnya. Saya keliling Indonesia karena film Basiyat, sekarang saya ingin keliling dunia,” tegasnya.
Film Basiyat memotret multikultural masyarakat Madura. Mulai dari aspek keagamaan, moral, hingga tradisi. Sebagai sineas, Faiz menilai perlu mengangkat isu-isu yang berkembang di lingkungannya ke karya film.
Film tersebut mampu memberikan sumbangsih dan semacam inspirasi kecil dalam lintasan ekosistem seni.
Lebih-lebih, mampu menjadi edukasi bagi masyarakat dan mendorong meningkatkan karya di Kabupaten Sumenep.
”Film ini saya garap untuk masyarakat di Kabupaten Sumenep secara khusus, dan Madura secara umum,” tandasnya. (di/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta