Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Diskan Pamekasan Hanya Bantu Satu Pokdakan untuk Pengadaan Sarpras Budi Daya Perikanan Air Payau

Berta SL Danafia • Jumat, 23 Februari 2024 | 20:40 WIB
PENGADAAN DISKAN: Para pembudi daya ikan kerapu memilah benih di tambak Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Rabu (21/2). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
PENGADAAN DISKAN: Para pembudi daya ikan kerapu memilah benih di tambak Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Rabu (21/2). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan memprogramkan pengadaan sarpras budi daya perikanan air payau.

Anggaran puluhan juta itu akan dibelanjakan untuk pengadaan langsung. Program ini hanya akan menyasar satu kelompok budi daya ikan (pokdakan).

Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata yang diwakili Kabid Perikanan Budi Daya Luthfie Asy’ari mengatakan, kegiatan tersebut akan direalisasikan Maret.

Penandatanganan kontrak dilakukan terakhir hari ini (23/2). ”Hanya satu pokdakan di Desa Lembung, Kecamatan Galis, yang mendapatkan sarpras itu,” katanya.

Luthfie menuturkan, sarpras tersebut meliputi mesin penggerak serta pencacah makanan dan benih dari ikan kerapu sendiri.

Anggaran hingga Rp 93.641.100 dari APBD itu dinilai sudah sesuai. Sebab, budi daya perikanan kategori besar berhak mendapatkan sarpras tersebut.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan di awal agar tidak terjadi penumpukan kegiatan di akhir tahun.

Dinas juga khawatir kegiatan tersebut terkena refocusing anggaran apabila ada pemangkasan di pertengahan atau akhir tahun.

”Pasti kami kerjakan secara cepat untuk ini. Hanya pengadaan barang jadi mudah,” kata Luthfie.

Luthfie mengungkapkan, Kecamatan Tlanakan fokus terhadap udang vaname. Sedangkan di Kecamatan Galis ini akan menjadi tempat budi daya ikan kerapu.

Sebab, diskan ingin di setiap lokasi ada ciri khas budi daya perikanan sehingga tidak hanya unggul di satu kelompok saja.

”Tentu kami terus gencarkan ini. Tapi, pelan-pelan dulu, yang penting satu ini jalan,” terangnya.

Kolam ikan di Desa Lembung ini memanfaatkan lahan bekas tambak garam.

Jadi, ketika memasuki musim hujan bisa digunakan sebagai tempat budi daya kerapu dan apabila kemarau difungsikan untuk pegaraman.

”Semoga terlaksana dengan baik. Untuk daerah yang lain mungkin bisa menyusul karena kami melihat dari sisi anggaran juga,” jelasnya. (ail/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#pengadaan #Diskan #pamekasan #budi daya