SAMPANG, RadarMadura.id - Sebuah kejadian langka terjadi di Dusun Mandala Barat, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang. Seorang bayi perempuan lahir dengan jari tangan dan kaki masing-masing ada enam. Bayi tersebut merupakan anak ketiga dari pasangan Fausi dan Subaidah.
Informasi tentang lahirnya bayi dengan 24 jari itu memang sudah menghebohkan pengguna media sosial.
Kali ini, RadarMadura.id akan menyajikan informasi seputar bayi 24 jari yang viral. Berikut ulasan dari dokter spesialis anak.
Tanggapan dokter Spesialis Anak
Dokter spesialis anak RSUD dr Mohammad Zyn Sampang dr Sri Astuti Eviningrum belum mengetahui penyebab bayi tersebut mengalami kelainan kongenital atau bawaan.
Sebab, harus ditelusuri faktor risiko dari ibu sejak saat kandungan. Misal, apakah ada penyakit atau ada faktor lain.
"Kalau kongenital itu genetik atau murni proses pembentukan saat dalam kandungan," terangnya.
Pikiran Subaidah saat melihat kepiting, kata Astuti, tidak ada kaitannya dengan pembentukan organ tubuh dalam perut.
"Iya, tidak ada hubungan melihat kepiting atau tidak," ujarnya.
Terkait ini, Sebelumnya Subaidah bercerita, pada saat usia kehamilan empat hingga lima bulan, dia pernah heran saat melihat kepiting. Menurutnya, jari-jari kepiting banyak.
Dia melihat kepiting ketika bekerja di rumah makan di desanya. Oleh sebab itu dia meras heran.
Astuti menghormati keputusan keluarga jika tidak ingin menghilangkan jari-jari yang lebih. Menurutnya, jari-jari yang lebih hanya akan mengganggu estetika.
Tanggapan Bidan Tempat Anisa Lahir
Fausi, ayah bayi, mengatakan bahwa putrinya lahir pada Selasa (23/1) lalu di tempat praktik bidan desa. Saat dicek, bidan menemukan bahwa jari tangan dan kaki bayi itu tidak normal.
Namun, Fausi tidak menganggap hal itu sebagai cacat fisik, melainkan anugerah dari Tuhan.
"Anak saya tidak berhenti menangis setelah dilahirkan. Mungkin dia ingin ngasi tahu kalau jarinya lain. Anehnya, setelah itu dia tidak menangis lagi," ujar Fausi kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Selasa (30/1). (bil/hasan)
Editor : Hasan Bashri