Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produk Mekaar Binaan PNM Dapat Pujian dari Presiden Jokowi

Hasan Bashri • Rabu, 31 Januari 2024 | 01:32 WIB
Jokowi Berfoto bersama dengan Warga di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Kabupaten Bantul.
Jokowi Berfoto bersama dengan Warga di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Kabupaten Bantul.

YOGYAKARTA, RadarMadura.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan apresiasi kepada produk-produk yang dihasilkan oleh ibu-ibu nasabah program Mekaar (membina ekonomi keluarga sejahtera) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Menurut Presiden Jokowi, produk-produk tersebut memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi untuk bersaing di pasar internasional karena harganya sangat terjangkau.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat melakukan silaturahmi dengan para nasabah PNM Mekaar di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Selasa (30/01/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga membeli sebuah celana batik yang dijual oleh salah seorang nasabah PNM Mekaar dengan harga Rp15 ribu.

“Saya tadi di depan beli celana. Celana ini harganya berapa? Saya bayar 15 ribu rupiah. Apa artinya? Ini sangat murah dan sangat kompetitif, dan sangat bisa bersaing dengan negara-negara lain kalau harganya 15 ribu,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga yakin bahwa celana batik tersebut akan diminati oleh pasar seperti Afrika.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mendorong agar produk-produk Mekaar bisa diekspor dalam jumlah besar.

“Harganya 15 ribu berarti 1 dolar pasti laku, saya berikan jaminan ini. Biar orang-orang Afrika pakai celana batik semuanya,” tambahnya.

Salah seorang penjual celana batik tersebut adalah Sumini Siti Aisyah, yang merupakan nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2017.

Sumini mengaku bahwa ia bisa mengembangkan usahanya berkat pinjaman dari PNM Mekaar sebesar Rp2 juta.

“Saya mulai bergabung itu tahun 2017, plafon pertama itu Rp2 juta, sekarang sudah masuk Rp9 juta. Alhamdulillah usaha berkembang,” ucapnya.

 

Sumini mengatakan bahwa ia awalnya bingung mau usaha apa setelah pindah dari Jakarta ke kampung untuk merawat orang tua. Akhirnya ia memilih usaha konveksi, yang ternyata berjalan lancar.

Seiring berjalannya waktu, usahanya terus berkembang hingga saat ini ia memiliki omzet sekitar Rp5 juta per minggunya.

Setelah dipotong cicilan Mekaar, Sumini menyebut bahwa pendapatan bersihnya sekitar Rp1,5 juta.

“Seminggu sekali itu bisa 5 (juta) tapi kotor ya. Untungnya itu kira-kira Rp1,5 juta. Itu sudah kepotong cicilan, jadi sudah bersih. Lumayan sih bisa bantu perekonomian keluarga, kan butuh banyak,” ceritanya.

Sumini pun berharap program Mekaar bisa terus berlanjut ke depannya meskipun ganti pemerintahan.

Menurutnya, Mekaar telah membantu para ibu dalam membantu perekonomian keluarganya.

“Mudah-mudahan dilanjutkan walaupun ganti presiden ya. Bantu banget sebenarnya untuk perekonomian ibu-ibu kayak kita. Soalnya kalau kita pinjam ke orang belum tentu boleh. Kalau begini kan dibantu, mencicil kan kasarnya, enggak terlalu berat juga, bunganya enggak terlalu tinggi, enggak kayak rentenir ya,” pungkasnya. (hasan

Editor : Hasan Bashri
#jokowi #presiden #pnm #umkm #puji #usaha #Mekaar