PAMEKASAN, RadarMadura.id – Calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD bertemu dengan ratusan masyarakat di Hotel Putri, Pamekasan, Kamis (11/1).
Dia disambut antusias berbagai kalangan. Mulai dari orang dewasa hingga anak muda.
Mahfud berdialog interaktif dengan warga yang hadir dalam kegiatan itu. Dia mendengarkan keluh kesah dan harapan masyarakat yang ingin diperjuangkannya jika terpilih sebagai cawapres mendampingi Ganjar Pranowo.
Salah satu permintaan datang dari Subairi, 47, warga asal Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan.
Pria yang berprofesi sebagai guru ngaji itu menceritakan tentang kondisi di daerahnya. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur.
”Kami ingin menitipkan Madura kepada Pak Mahfud. Infrastruktur kita di sini belum sempurna,” ujarnya.
Subairi juga meminta Menko Polhukam tersebut memperjuangkan kesejahteraan para guru ngaji.
Sebab, selama ini peran guru ngaji masih dipandang sebelah mata. Akan tetapi, kontribusinya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang keagamaan dan moralitas generasi sangat besar.
Mahfud MD menyampaikan, ada banyak program yang disiapkan jika keluar sebagai pemenang di Pemilu 2024.
Mulai dari bidang penegakan hukum dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu ada program yang disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji.
Pihaknya menyadari guru ngaji memiliki kontribusi besar dalam mendidik generasi penerus. Pihaknya merasa kiprahnya di lembaga eksekutif dan legislatif juga berkat peran dan kontribusi guru ngaji.
”Saya kan lama di Madura, dididik para guru ngaji, saya lulusan madrasah juga. Makanya, kalau kami mendapat kepercayaan, para guru ngaji, marbot masjid, dan lain-lain akan kami beri gaji atau honorarium tetap,” ungkapnya.
Dengan demikian, pihaknya memiliki program yang harus dikerjakan. ”Ketika ada janji yang belum tercapai, akan kami sampaikan ke publik apa problemnya, dan bagaimana solusinya,” ucap dia
Mahfud mengingatkan masyarakat tetap berpegang teguh pada pendirian. Kompak, bersama-sama menjaga bangsa Indonesia dan keberlangsungan demokrasi.
Pihaknya tidak ingin dipilih masyarakat melalui praktik kotor yang bertentangan dengan konstitusi.
”Tetap memilih dengan hati nurani. Jangan bermain-main dengan money politics, menerima amplop. Itu akan mencederai proses demokrasi yang kita jaga selama ini,” pungkasnya. (di/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta