SURABAYA, RadarMadura.id – Kans calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka memenangkan pertarungan Pilpres 2024 semakin besar. Kondisi tersebut berkat sinyal dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang membawa gerbong suara dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Khofifah cukup mampu memberikan insentif elektoral kepada Prabowo-Gibran. Khofifah mampu memboyong suara Muslimat NU untuk memenangkan pasangan tersebut di Pilpres 2024.
”Khofifah punya energi elektoral untuk Prabowo-Gibran, utamanya di kelompok muslimat NU,” kata Dedi.
Di sisi lain Prabowo tetap memiliki peluang memenangkan suara Jatim dan NU. Adanya Khofifah, Prabowo dan Gibran mampu bersaing dengan pasangan Anies Baswedan-Cak Imin di Jatim.
Terbaru, Khofifah terlihat hadir bersama mantan Gubernur Jatim sebelumnya Soekarwo dalam perayaan HUT ke-59 Partai Golkar. Kehadiran Khofifah di ulang tahun Golkar menjadi sinyal kuat dukungannya kepada Prabowo dan Gibran.
Lebih lanjut dia menyebutkan hadirnya dukungan Khofifah semakin dekat mengarah ke Prabowo dan Gibran. Sehingga, keduanya semakin potensial memenangkan Pilpres 2024 mendatang.
”Bagi Prabowo, Khofifah tentu penting daripada mereka tidak mendapat sokongan sama sekali dari Jatim,” ucapnya.
Di samping itu, merujuk pada temuan Lembaga Survei Jakarta (LSJ) periode 18-26 Oktober 2023, Prabowo-Gibran mendapat elektabilitas sebesar 40,2 persen.
Disusul Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berada di posisi kedua dengan 34,5 persen. Sedangkan pasangan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar berada di posisi ketiga dengan 19,3 persen. (*/dry)
Editor : Hendriyanto