JAKARTA, RadarMadura.id - Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menguat jadi pilihan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya tidak hanya mendapat dukungan NU namun juga jadi pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kekuatan Prabowo-Gibran di suara NU itu memungkinkan ya. Khususnya di Jawa Timur bergantung pada sosok Jokowi," kata Pengamat Politik Universitas Brawijaya (UB), Anang Sujoko.
Dia menambahkan, Jokowi telah memberikan sinyal dukungan dari NU kepada Prabowo. Menurut Anang hal itu dilihat saat momen peringatan Hari Santri Nasional 2023 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Makan Siang Politis Ala Presiden Jokowi, Kumpulkan Para Capres Di Istana
Dalam momen tersebut, turut hadir Menteri Pertahanan (Menhan) mendampingi Presiden Jokowi di Tugu Pahlawan, Surabaya. Keduanya tampak akrab sedang bersama Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf sembari mengobrol dan berjalan.
"Ada peran Jokowi dalam pasangan Prabowo-Gibran untuk mendulang suara. Meskipun tidak dilakukan secara vulgar," ungkap Anang.
Pasangan andalan dan kepercayaan Presiden Jokowi ini memiliki hubungan dekat dengan Habib Lutfi dan Gus Miftah. Sehingga mempengaruhi suara dari basis NU di seluruh Tanah Air, termasuk Jawa Timur.
Baca Juga: Elektabilitas Teratas, Prabowo-Gibran Potensial Menang Pilpres 2024
Berdasarkan survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA periode terbaru yang menunjukkan warga mayoritas warga nahdliyin mendukung Prabowo–Gibran dengan perolehan 44,6 persen. Raihan tersebut lebih unggul Ganjar–Mahfud 36,5 persen dan Anies–Cak Imin 15 persen. (*/dry/par)
Editor : Hendriyanto