Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mas Gibran Itu Paham Fatsun Politik

Dafir. • Kamis, 24 Agustus 2023 | 22:36 WIB

Photo
Photo


OLEH MH Said Abdullah*

MAS GIBRAN datang di Kopdarnas PSI selaku kepala daerah yang dianggap sukses. Sebagai kader PDI Perjuangan, Mas Gibran sangat tahu fatsun politik. Dalam paparannya, Mas Gibran malah menyatakan bahwa PSI banyak kader muda yang gigih dalam politik. Namun, Mas Gibran juga membandingkan bahwa di PDI Perjuangan malah lebih banyak lagi kader muda yang hebat dalam politik.

Saya melihat di acara itu Mas Gibran lebih banyak memosisikan diri sebagai pihak yang sedang memberikan sharing session dan apresiasi karena PSI saat itu menjadi bagian dari pendukung kontestasinya saat running pada pilwali di Surakarta. Bagi kami, itu baik-baik saja. Artinya, kapasitas dan integritas Mas Gibran sebagai kader PDI Perjuangan diakui oleh partai lain. Pada saat yang sama, Mas Gibran juga membawa semangat persatuan kepada semua pihak.

Sebab itu, kalau kedatangan Mas Gibran ke berbagai acara partai politik selain PDI Perjuangan, kami maknai sebagai cara kepemimpinan beliau yang supel, mudah bergaul, dan merangkul banyak pihak. Model kepemimpinan seperti inilah yang bisa menjadi teladan dan cerminan kepemimpinan yang dibutuhkan di masa depan, khususnya dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin tidak mudah. Dengan elan persatuan, itulah modal dasar terbanggunnya kerja gotong royong sebagai jiwa penting Pancasila.

Pada penyampaiannya, Mas Gibran juga mengajak anak-anak muda tidak alergi politik. Beliau mengajak anak-anak muda berpartisipasi banyak di ranah politik. Ajakan ini tentu makin baik bagi tumbuhnya demokrasi ke depan. Artinya, semakin banyak generasi masa depan peduli terhadap politik, tentu memberi harapan baik bagi kualitas pemilih dan yang dipilih karena dengan peduli mengandaikan tuntutan literasi politik makin baik. Peduli sangat berbeda dengan mobilisasi. Mobilisasi sekadar dihadirkan tanpa tahu maksud dan tujuan sebenarnya. Mobilisasi cenderung pragmatis, sedangkan kepedulian mensyarakatkan kematangan politik yang kian berkualitas.

Saya justru menyayangkan panitia Kopdarnas PSI yang tidak mengerti etika politik. Mereka sudah sangat paham bahwa Mas Gibran adalah kader PDI Perjuangan. Lantas, kenapa panitia Kopdarnas PSI memakaikan seragam PSI yang notabene Mas Gibran bukan kader PSI. Hal ini tentu tidak elok. Sekali lagi, saya hormat kepada Mas Gibran yang menolak memakai seragam partai lain, sekaligus menghargai Ketum PSI yang justru memakai etika politik, bahwa Mas Gibran adalah kader PDI Perjuangan. (*)

*)Ketua Banggar DPR RI

Editor : Dafir.
#MH Said Abdullah #said abdullah #gibran