SUMENEP, RadarMadura.id – SDN Bluto 1 terpilih menjalankan program sekolah penggerak angkatan pertama di Kecamatan Bluto. Sekolah ini memiliki 12 rombongan belajar (rombel). Banyaknya siswa menuntut sekolah memfasilitasi minat bakat mereka.
Di antara program itu ialah hafiz Qur’an. Kemudian, kegiatan Pramuka setiap Jumat sore, tari, drumben, kalenengan, paduan suara, dan program lain.
Kepala SDN Bluto 1 Ratna Ningsih menerangkan, program hafiz Qur’an membimbing siswa agar hafal juz 30. Kesenian kalenengan beberapa kali tampil menyambut tamu dan wisaratan di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Sementara paduan suara Syhmphoni Choirs grup Padus SDN Bluto 1 dua kali perlombaan masuk 10 besar terbaik kabupaten.
Inovasi lain SDN Bluto 1 adalah pembentukan paguyuban wali murid. Hal itu bertujuan membangun kesadaran wali murid untuk berperan mendukung pembelajaran. Sebab, implementasi kurikulum merdeka (IKM) merupakan kunci sukses pendidikan. ”Yakni, adanya kerja sama baik antara orang tua, anak, dan sekolah,” ulasnya.
Paguyuban ini juga ikut menyukseskan program P5. Pada tahun pertama mengajak siswa melakukan daur ulang sampah dengan memanfaatkannya jadi kerajian, hiasan, dan pupuk organik. Murid secara mandiri mengolah sampah menjadi pupuk. Kemudian, hasil mereka dipamerkan pada bazar gelar karya.
Pada tahun kedua, program P5 mengajak siswa kembali melestarikan permainan tradisional. Hal itu menjadi jawaban atas fenomena ketergantungan siswa pada gadget. Ditunjang dengan aturan sekolah yang melarang siswa membawa gadget kecuali diperintahkan guru. Permainan tradisional Madura kembali dimainkan oleh anak-anak di waktu istirahat.
Selanjutnya, setiap Jumat dan Sabtu siswa wajib membawa bekal dan tidak diperkenankan membeli jajanan di sekolah. Aturan ini untuk membiasakan mengonsumsi makanan sehat. Lalu, pada akhir pembelajaran diselenggarakan bazar P5 untuk menampilkan contoh olahan makanan sehat. (via/luq)
Editor : Dafir.