Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura terus memperluas jaringan kerja sama hingga luar negeri. Kali ini IAIN Madura melakukan penandatanganan momerandum of understanding (MoU) dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Hotel The Empire Brunei Darussalam pada Selasa (27/6).
KEGIATAN tersebut dilaksanakan untuk mengembangkan dan menguatkan program-program Tridarma Perguruan Tinggi IAIN Madura dan perguruan tinggi di Brunei Darussalam. Kerja sama itu diharapkan dapat mengubah orientasi pengembangan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat pada level internasional, baik kepada dosen maupun mahasiswa.
”Yang juga bertujuan agar output yang dihasilkan selama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bisa memberikan suasana baru pada kampus kita ini dan masyarakat sekitar,” ucap Rektor IAIN Madura Dr. Syaiful Hadi, M.Pd.
Kerja sama ini juga diharapkan bisa menyerap ilmu-ilmu pengetahuan baru dalam rangka mengambil kebijakan yang lebih strategis. Salah satunya juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan IAIN Madura menuju UIN.
Syaiful mengatakan, di samping itu, MoU sebagai dasar dan langkah strategis dalam kegiatan menyangkut program kreativitas mahasiswa (PKM) yang dijalankan pemerintah. Tujuannya, mendorong calon-calon sarjana Madura yang memiliki jangkauan lebih luas, baik dalam pemikiran, pengembangan ilmu pengetahuan, maupun praktik-praktik kemasyarakatan.
”Insyaallah pada Minggu (16/7) kami akan mengantar beberapa mahasiswa untuk kegiatan pengabdian masyarakat (KPM) internasional ke Malaysia. Sekaligus melakukan MoU dengan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Malaysia,” terangnya.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tolok ukur untuk menentukan kualifikasi calon lulusan yang memiliki orientasi berskala internasional. Karena itu, mahasiswa kampus hijau tersebut akan dilibatkan secara utuh untuk memenuhi bagian-bagian Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).
Mantan ketua unit Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Madura itu menyampaikan, pihaknya akan terus menggencarkan kegiatan kerja sama dengan beberapa kampus kenamaan luar negeri. Misalnya, International Islamic University Malaysia (IIUM). Kemudian, anggota Iconis di Universiti Kebangsaan Malaysia. Lalu, Visiting Lecturer National University Singapore, FGD di Universiti Malaya.
”Lalu, Senin (10/7) atau Selasa (11/7) juga berencana dilaksanakan MoU dengan Institut Darul Hadis Tarim Hadramaut, Yaman,” kata Syaiful.
Selanjutnya, akan memperkuat jalinan kerja sama dengan universitas luar negeri yang lain. Hal itu juga bertujuan mempermudah mahasiswa lulusan IAIN Madura ketika melanjutkan pendidikan lebih tinggi di beberapa universitas luar negeri.
Hal tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus di Jalan Raya Panglegur, Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, itu. ”Pasti kami bangga apabila ada alumni IAIN Madura bisa mengambil studi ke luar negeri. Ini menjadi hal baru untuk mengaplikasikan ilmunya untuk Madura, khususnya masyarakat Pamekasan,” ucap alumnus STAIN Pamekasan 1990 itu.
Dia juga berpesan kepada mahasiswa IAIN Madura untuk selalu semangat dan terus melahirkan karya-karya baru, baik di bidang akademik maupun nonakademik. ”Pasti kami akan support dan memfasilitasi keinginan mahasiswa selagi hal itu positif dan bermanfaat bagi mereka dan kampus,” ucapnya. (ail/luq)
Editor : Abdul Basri