MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) tidak hanya fokus mencetak generasi intelektual berkualitas. Namun, juga berkomitmen untuk terus melahirkan generasi yang berjiwa entrepreneur. Hal tersebut selaras dengan tujuan Unisma menjadi entrepreneur university.
Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan, lembaganya sangat serius untuk mencetak pengusaha-pengusaha sukses. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh program studi (prodi) untuk memasukkan mata kuliah entrepreneur.
Karena itu, saat ini sudah banyak start-up yang dirintis oleh mahasiswa maupun dosen. ”Kami sekarang juga sedang melakukan pemetaan terhadap seluruh mahasiswa Unisma terkait minat mereka terhadap start-up dengan menggunakan aplikasi milik sendiri,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mematangkan mahasiswa yang memiliki keinginan serius untuk merintis bisnis. Unisma juga akan mendatangkan para pengusaha sukses untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada mahasiswa. Nantinya, diharapkan akan terbangun jejaring sesama pengusaha.
”Kami juga memiliki banyak laboratorium terpadu yang siap mendukung penelitian. Misalnya seperti produk makanan dan obat-obatan. Salah satunya, produk makanan berbasis pasar di Eropa,” ucapnya.
Entrepreneur yang dikembangkan tidak hanya sebatas menjual barang, tapi juga jasa. Seperti training, konsultan, dan translasi. ”Sudah lama praktik entrepreneur university kami lakukan di Unisma. Hal itu akan menjadi pijakan untuk milestone enterpreneur university yang tidak bisa diabaikan dalam menuju world class university,” imbuhnya.
Pria yang biasa disapa Prof Maskuri itu menambahkan, saat ini banyak mahasiswa yang melaksakan magang di badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta. Bahkan tidak sedikit yang belum lulus tetapi sudah diterima di BUMN maupun swasta. ”Ada juga mahasiswa yang bekerja membuat perangkat bom untuk pesawat Sukhoi NATO,” ulasnya.
Unisma juga sering mendatangkan praktisi di dunia industri untuk mengajar. Sebab, pihaknya menyadari untuk mewujudkan enterpreneur university, harus sering mengundang dosen dan pengusaha sukses. ”Karena untuk membangun enterpreneur university bukan hanya harus kuliah transfer of knowledge, melainkan juga experience,” tukasnya. (jup/yan)
Editor : Haryanto