Kedatangan puluhan kaum intelektual itu didampingi Surokim selaku Wakil Rektor III dan Pembina BEM KM UTM Samsuki. Selama pertemuan berlangsung, mahasiswa berdiskusi dengan politikus kebanggaan masyarakat Madura itu di ruang sidang Banggar DPR RI.
Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KM UTM Ahmad Roby Gunawan mengatakan, mengunjungi ke Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah semata-mata untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat Madura. Sebab, politikus senior PDI Perjuangan itu merupakan putra daerah yang kini mengemban amanah sebagai pejabat nasional.
”Alhamdulillah kami disambut baik oleh beliau (MH Said Abdullah),” kata dia kemarin.
Menurut Roby, di antara aspirasi yang disampaikan, salah satunya perihal pembangunan transportasi massal di Madura dan percepatan reaktivasi kereta api. Fasilitas publik tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Madura. Sebab, bukan hanya memudahkan, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
”Karena itu, saya sampaikan aspirasi ini kepada Pak Said. Semoga dikawal dan ditindaklanjuti,” harapnya.
Roby menyampaikan, aspirasi lain yang disampaikan mengenai beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program tersebut juga dibutuhkan. Sebab, tidak sedikit pelajar di Madura yang memiliki keterbatasn ekonomi. Karena itu, beasiswa KIP Kuliah tentu jadi harapan pelajar di Madura.
”Secara akademik, banyak pelajar di Madura berprestasi. Tapi, kendalanya di biaya. Karena itu kami sampaikan aspirasi ini,” ujarnya.
Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah mendukung penuh aspirasi yang disampaikan BEM KM UTM. Menurutnya, aspirasi tersebut akan diupayakan maksimal. Apalagi, semua itu bertujuan untuk pembangunan Madura yang lebih baik.
”Sebagai orang Madura, saya siap mengawal aspirasi ini. Yang jelas, saya mendukung penuh,” katanya.
Said Abdullah menyatakan, mahasiswa sebagai garda terdepan tetap konsisten memperjuangkan kemajuan Madura. Sebab, mahasiswa itu merupakan generasi masa depan bangsa. ”Kami di parlemen juga akan berjuang untuk kemajuan Madura,” janjinya. (rus/daf) Editor : Abdul Basri