Ahmad Jailani, warga setempat menceritakan, kronologi kejadian itu Selasa (31/1) sekitar pukul 17.30. Saat itu turun hujan deras disertai angin kencang. Satu rumah yang diterjang angin puting beliung hingga ambruk itu merupakan milik nenek Gundul. Nenek yang diperkirakan berusia 100 tahun itu mengalami luka-luka.
”Puting beliung ini tidak lama, hanya dua detik. Korban atas nama Gundul ini masih ada di dalam rumah, belum tertolong,” kata dia kemarin (1/2).
Menurut Jailani, saat kejadian, nenek Gundul masih berada di dalam rumah. Kondisi nenek Gundul kurang sehat. Sehingga, saat rumah itu mau roboh, yang bersangkutan tidak bisa menyelamatkan diri.
”Bagian tangan dan kaki nenek Gundul mengalami luka-luka setelah tertimpa atap rumah. Untungnya, korban masih selamat dan saat ini masih ditangani bidan desa,” ujarnya.
Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Moh. Imam menjelaskan, puting beliung terjadi di dua lokasi. Yakni, di Desa Taddan dan Desa Rabasan, Kecamatan Camplong. Dia mengetahui adanya bencana tersebut setelah dapat informasi warga usai salat Magrib, Selasa (31/1).
”Setelah dapat informasi, kami bersama beberapa tim langsung turun ke lapangan untuk membantu mengevakuasi pohon tumbang yang ada di lokasi,” terangnya.
Imam menyampaikan, akibat bencana alam itu, diketahui sekitar 16 rumah rusak di Desa Taddan. Dari 16 rumah, sebanyak 14 rumah tergolong rusak ringan dan 2 rumah rusak sedang. Sementara di Desa Rabasan, terdapat 18 rumah rusak, baik rusak ringan dan rusak berat. Perinciannya, 17 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak berat.
”Dari kejadian ini, satu korban atas nama nenek Gundul mengalami luka-luka setelah tertimpa atap rumah,” ucapnya. (za/daf) Editor : Abdul Basri