Direktur Eksekutif Warna Institute Rinjani Dwi Harini menuturkan, dalam simulasi Airlangga-Ganjar, pasangan calon tersebut dipilih terbanyak responden dengan 40,8 persen.
“Jika dipasangkan sebagai capres dan cawapres, pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 40,8 persen,” tutur Rinjani.
Di simulasi tersebut, paslon urutan kedua ditempati Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar dengan 20,1 persen. Urutan ketiga, muncul pasangan Anies Baswedan-Puan Maharani yang dipilih sebanyak 16,2 persen dari 2.200 responden.
Rinjani menambahkan, dalam simulai tiga nama lain, Airlangga yang dipasangkan dengan Anies Baswedan juga menjadi paslon paling banyak dipilih. Airlangga-Anies dipilih sebanyak 32,4 persen responden.
Sementara di urutan kedua, Prabowo Subianto-Andika Perkasa dipilih sebanyak 31,1 persen, disusul Ganjar Pranowo-Puan Maharani dengan 20,3 persen.
Menurut Rinjani, kemenangan Airlangga itu didukung elektabilitas Ketum Golkar yang tinggi dalam survei yang sama. Warna Institute menemukan, sebanyak 29,2 persen responden memilih Airlangga jika pilpres digelar saat survei.
Di urutan kedua, muncul nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra yang dipilih 24,7 persen responden.
Di urutan selanjutnya, muncul nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 10,7 persen, Ganjar Pranowo 6,2 persen, dan Anies Baswedan 4,2 persen.
Tingginya elektabilitas Airlangga dipengaruhi penilaian publik terkait kinerja para tokoh publik. Pada pertanyaan ‘tokoh mana yang kebijakan dan programnya paling dirasakan memberi dampak pada kehidupan masyarakat?’ nama Airlangga muncul di urutan teratas dengan 79,4 persen.
“Airlangga Hartarto dinilai sebagai tokoh bakal capres yang kebijakan dan programnya banyak membantu masyarakat disaat kesulitan ekonomi keluarganya akibat dampak Covid-19. Jug berkat penanggulangan Covid-19. Hal ini tercermin dari 79,4 persen jawaban respoden,” ujar Rinjani.
Nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto muncul di urutan kedua dengan 40,2 persen, dan Ketua DPR Puan Maharani di posisi ketiga dengan 40,2 persen. Temuan itu juga berkorelasi dengan tingkat kepuasan responden terkait kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf Amin.
Tingkat kepuasan responden pada kinerja pemerintahan di bidang ekonomi mencapai 85,8 persen. Selanjutnya, 80,9 persen responden juga puas dengan kinerja bidang keamanan, 80,2 persen puas dengan kinerja bidang kesehatan, 74,9 persen puas dengan kinerja bidang pendidikan, dan 72,7 persen puas dengan penegakan hukum.
Survei Warna Institute digelar pada 12 hingga 24 Agustus 2022. Survei itu memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,09 persen. Penentuan jumlah data yang disurvei mengunakan metode multistage random sampling. (*/par) Editor : Administrator