Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dua Janda Sekamar dengan Tiga Pria

Abdul Basri • Kamis, 1 November 2018 | 19:09 WIB
Dua Janda Sekamar dengan Tiga Pria
Dua Janda Sekamar dengan Tiga Pria

PAMEKASAN – Satpol PP Pamekasan lagi-lagi mengamankan muda-mudi yang tidak ada ikatan pernikahan dalam kamar kos. Dua perempuan yang terjaring razia itu berstatus janda di bawah umur (jamur). Dia tepergok saat bersama tiga pria dalam kamar kos Rabu (31/10).


Razia penyakit masyarakat (pekat) menyasar sejumlah tempat penginapan. Hotel dan rumah kos menjadi sasaran. Lima orang muda-mudi yang kedapatan berada dalam satu kamar kos di Jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, diamankan.


Dua  orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Mereka adalah RM (inisial), 22, dan H, 15. Mereka berasal dari Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, Sampang. Keduanya sama-sama janda. RM janda dua orang anak. Sementara H memiliki satu orang anak.


”Menurut pengakuannya, mereka ke sini berjualan kopi,” terang Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Moh. Hasanurrahman.


Sementara tiga remaja yang kedapatan tidur adalah Iqbal Abror, 22, Taufik Hidayat, 15, dan Bahrur Rozi, 19. Ketiganya berasal dari Kecamatan Palengaan. ”Semuanya lajang dan tidak bersekolah,” jelasnya.


Berdasarkan hasil interogasi, kelimanya hanya berteman. Kamar kos tersebut milik RM. Status H hanya menumpang karena baru beberapa hari berjualan di Pamekasan. ”Hasil interogasi kami seperti itu,” katanya.


Satpol PP kemudian mendata kelima remaja yang dirazia tersebut. Lalu, memberikan pembinaan dan diberi surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Masing-masing kepala desa asal kelima remaja tersebut diminta datang ke kantor satpol PP untuk menjemput.


Pemilik kos juga mendapat teguran. Pengawasan tempat usaha penginapan itu diharapkan maksimal agar tidak ada pasangan bukan muhrim tidur sekamar. ”Surat teguran kami layangkan,” katanya.


RM mengatakan, ketiga teman lelakinya itu baru masuk kamar subuh. Mereka numpang tidur lantaran kemalaman berada di kota. ”Subuh baru masuk, Pak,” katanya sambil menundukkan kepala. 


 

Editor : Abdul Basri