BANGKALAN – Masa jabatan Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad sudah di ujung tanduk. Per 1 Maret 2018, pria yang akrab disapa Ra Momon itu sudah tidak menjabat bupati. Selanjutnya, Gubernur Jawa Timur menunjuk penjabat (Pj) bupati Bangkalan.
Kepada Jawa Pos Radar Madura Senin (5/2), Ra Momon mengaku tidak akan berkiprah di dunia politik pasca jabatan bupatinya berakhir. Dia juga tidak akan maju dalam pilihan legislatif (Pileg) 2019, baik DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Bangkalan.
”Setelah purnabakti, saya mau jadi pelatih bola anak-anak. Itu mulai dari bawah nanti,” ujarnya ditemui usai melakukan pelantikan pejabat di pendapa bupati kemarin.
Ra Momon menyadari bahwa untuk menjadi pelatih sepak bola harus memenuhi beberapa kriteria. Karena itu, segala persyaratannya nanti akan diurus terlebih dahulu. ”Kan harus ngurus lisensinya dulu, baru jadi pelatih,” ucapnya lantas tersenyum.
Kenapa tidak maju di DPR RI 2019? Momon mengaku belum tertarik. Sebab, yang terpikir setelah purnabakti hanya ingin jadi pelatih sepak bola anak-anak. ”Enggak-enggak. Saya tetap mau jadi pelatih sepak bola anak-anak,” imbunya.
Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi mengatakan, paripurna istimewa tentang penetapan pengumuman usulan pemberhentian bupati sudah dirapatkan. Bahkan, hasilnya sudah diajukan ke Pemprov Jatim. Namun sayang, hingga kini belum turun.
”Sudah dikirim ke gubernur. Tapi, sepertinya belum ada balasan dari pihak gubernur,” katanya.
Sekarang, lanjut Imron, pihaknya tinggal menunggu surat balasan dari Gubernur Jatim. Yang jelas nanti tetap akan diisi siapa pengganti dari bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad. ”Tidak boleh terjadi kekosongan jabatan. Tetap diisi Pj bupati yang ditunjuk gubernur,” tandasnya.
Editor : Abdul Basri