BANGKALAN – Paslon Abdul Latif Amin Imron-Mohni resmi mendaftar ke KPU Bangkalan Rabu (10/1). Pasangan yang familier dengan sebutan Sahabat Latif-Mohni (Salam) ini diusung tiga partai politik (parpol).
Yaitu, Partai Gerindra 10 kursi, PPP 6 kursi, dan Golkar 3 kursi. Dengan dukungan tersebut, pasangan Salam memenuhi persyaratan pencalonan minimal 20 persen kursi DPRD Bangkalan.
Dengan demikian, bisa dipastikan, calon peserta Pilkada Bangkalan 2018 hanya tiga pasangan. Yakni, pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan, Imam Buchori-Mondir A. Rofii, dan Abdul Latif Amin Imron-Mohni.
Abdul Latif Amin Imron menyatakan, pendaftaran sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bangkalan sudah diterima KPU. Berkas yang diajukan dinyatakan lengkap, baik persyaratan pencalonan maupun persyaratan calon.
Dia menyampaikan terima kasih kepada partai pengusung pasangan Salam. ”Terima kasih juga kepada partai pendukung nonparlemen. Seperti Perindo dan PKPI,” ucapnya.
Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan, pasangan calon Abdul Latif Amin Imron-Mohni merupakan pasangan terakhir yang mendaftar. ”Memang tinggal tiga parpol yang belum mengusung pasangan calon. Sekarang ini sudah mendaftar ke kami dengan mengusung pasangan Latif-Mohni,” katanya.
Kemungkinan besar hanya tiga paslon yang bakal ikut dalam Pilkada Bangkalan 2018. Bagi siapa pun yang akan mendaftar sebagai pasangan calon, KPU menyatakan tidak akan memenuhi syarat.
”Seluruh partai sudah memberikan rekomendasi kepada masing-masing paslon. Termasuk paslon Latif-Mohni. Jadi, manakala ada yang mau mendaftar, pasti tidak lengkap syaratnya,” tegas Fauzan.
Menurut dia, berkas bakal calon bupati Abdul Latif dan wakil bupati Mohni lengkap. Hanya, untuk persyaratan calon, harus diteliti lebih detail. ”Misalnya SKCK. Itu nanti kami cek siapa yang mengeluarkan. Termasuk, perihal rekom parpol,” jelasnya.
Sekretaris Partai Gerindra Bangkalan Imron Rosyadi menyampaikan, rekomendasi Gerindra sudah final. Siapa pun yang berharap rekomendasi Gerindra, harus berpikir rasional. Sebab, KPU sudah menyatakan lengkap untuk persyaratan pencalonan.
”Biarlah tetap berharap rekomendasi Gerindra. Tapi buktinya, rekomendasi Gerindra jatuh kepada Ra Latif dan Pak Mohni,” tandasnya.
Editor : Abdul Basri