MALANG, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjadi pemateri kuliah tamu di Universitas Negeri Malang (UNM) Selasa (12/5).
Orang nomor satu di Bangkalan itu menjelaskan tentang potensi dan strategi Pemkab Bangkalan dalam mengejar ketertinggalan melalui pembangunan di sektor pertanian.
Lukman memaparkan, terdapat beberapa catatan merah yang saat ini menjadi perhatiannya.
Yakni, indeks pembangunan manusia yang masih tertinggal karena angkanya baru 68,15.
Kemudian, angka pengangguran terbukanya yang masih tercatat 5,31 persen.
Sementara, angka gini rasio cuma 0,281. Itu mengindikasikan tidak adanya ketimpangan, karena semua kabupaten dan kota sama-sama tertinggal.
Terakhir adalah indeks pelayanan publik yang angkanya baru 3,78.
Dari beberapa catatan merah itu, terdapat indikator yang mulai menunjukkan tren positif.
Yakni, pertumbuhan ekonomi Bangkalan yang meningkat dari 1,94 persen pada 2024 menjadi 4,53 persen di 2025.
Itu menjadikan pertumbuhan ekonomi Bangkalan tertinggi dibandingkan tiga kabupaten lainnya di Madura.
”Kenaikan yang tinggi ini harus terus dijaga momentumnya sebagai prasyarat utama bagi Bangkalan bisa mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Salah satu sektor yang mendukung dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan adalah sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan.
Ke depan, salah satu subsektor yang harus mendapat perhatian lebih adalah bidang peternakan, tanaman pangan, dan perikanan.
Lukman menambahkan, produksi padi di Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan tren positif.
Bahkan, surplus hingga 13 bulan konsumsi masyarakat Bangkalan.
Namun yang masih menjadi masalah utamanya adalah, banyak gabah petani banyak dijual ke luar Bangkalan.
”Di satu sisi, kami senang karena menandakan kualitas gabah Bangkalan sama dengan kualitas gabah Jawa. Namun, nilai tambah tidak dinikmati masyarakat Bangkalan. Oleh karena itu, kami memasyarakatkan beras lokal,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti