Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

D. Zawawi Imron: Bagi Masyarakat Madura Lebaran Itu Hari Paling Bergairah

Berta SL Danafia • Sabtu, 13 April 2024 | 14:10 WIB
LEBARAN MASYARAKAT MADURA: Penyair dan budayawan asal Batang-Batang, Sumenep, D. Zawawi Imron. (D. ZAWAWI IMRON UNTUK JPRM)
LEBARAN MASYARAKAT MADURA: Penyair dan budayawan asal Batang-Batang, Sumenep, D. Zawawi Imron. (D. ZAWAWI IMRON UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Bagi masyarakat Madura, Lebaran bukan sekadar hari raya, melainkan memiliki nilai-nilai kearifan lokal.

Sebab, pada hari Lebaran, misalnya Idul Fitri, berbagai tradisi hadir dan dilaksanakan oleh masyarakat. Tak terkecuali bagi orang Madura.

Budayawan D. Zawawi Imron menyebut bahwa Lebaran bagi masyarakat Madura adalah hari paling bergairah.

Sebab, merupakan puncak untuk merayakan kemenangan setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

”Lebaran itu bagi orang Madura bukan hanya hari yang biasa. Istimewa, dan paling bergairah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Menurut D. Zawawi Imron, jika ingin melihat banyak aspek dalam kehidupan orang Madura itu paling kompleks pada hari Lebaran.

Mulai dari tradisi silaturahmi, makan-makan hingga cara berpakaian. Semuanya akan terlihat pada hari Lebaran.

Makanya, cara menghargai hari raya di Indonesia, terutama di Madura itu berbeda dengan di negara lain,” tuturnya.

”Kalau di Indonesia itu benar-benar Lebaran diperlakukan sangat istimewa. Bahkan, tidak hanya sehari, tapi sampai satu pekan, dan puncaknya di Lebaran Ketupat,” jelasnya.

Penyair si Celurit Emas itu mengatakan, dalam hari Lebaran juga ada makna kerinduan terhadap masa lalu.

Sebab, pada hari itu pula orang-orang Madura yang merantau ke kota-kota besar pulang. Mereka ingin mengobati rindu melihat masa lalunya di kampung halaman.

”Jadi bisa juga dikatakan bahwa pada momen Lebaran itu ada makna kerinduan yang dalam. Dan, itu hanya dimiliki oleh orang-orang Nusantara, termasuk Madura,” ujarnya.

Tidak hanya itu, hal lain juga dicontohkan oleh D. Zawawi Imron. Misalnya, pada momen Lebaran banyak masyarakat Madura yang membersihkan makam para leluhurnya.

Itu selain menjadi bentuk penghargaan terhadap para leluhur, juga menjadi bukti bahwa secara spiritualitas orang-orang Madura benar-benar menghargai masa lalunya.

”Tidak ada manusia yang tidak memiliki masa lalu. Dan, orang-orang yang memiliki masa depan itu selalu bisa menghargai masa lalunya,” tegas penyair asal Batang-Batang, Sumenep itu. (di/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#zawawi imron #masyarakat #lebaran #madura